Selasa, 2 Juni 2026

Semana Santa 2024

Ribuan Lilin Terangi Prosesi Semana Santa di Larantuka Flores Timur

Semana Santa Larantuka atau Hari Bae Nagi kembali menyapa umat di Kabupaten Flores Timur. Semana santa berlangsung sejak Rabu hingga Minggu 31`Maret.

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Ribuan Lilin Terangi Prosesi Semana Santa di Larantuka Flores Timur
TRIBUNFLORES.COM / ARNOL WELIANTO
NONTON PROSESI MALAM - Umat muslim di Kota Larantuka Kabupaten Flores Timur nonton Prosesi Semana Santa, Jumat 7 April 2023 lalu. 

TRIBUNFLORES.COM, LARANTUKA - Semana Santa Larantuka atau Hari Bae Nagi kembali menyapa umat di Kabupaten Flores Timur.

Tradisi Paskah dengan mengarak patung Tuan Ma (Bunda Maria) dan Tuan Ana (Yesus Kristus) saat malam duka di Jumat Agung itu bakal dihadiri ribuan peziarah luar daerah.

Umat katolik dan peziarah akan melewati lintasan prosesi dengan perkiraan jarak 3 kilo meter. Mereka mengarak Tuan Ma dan Tuan Ana dari Gereja Katedral Reinha Rosari ke delapan armida, mengitari jantung kota dan kembali ke tempat pertama pada Jumat, 29 Maret 2024 mendatang.

Sepanjang lintasan prosesi Semana Santa kini dipasang "Turo" atau pagar berbahan bambu dan kayu kukung. Pemasangan pagar-pagar ini disebut "Tikam Turo" dan menjadi tradisi hasil warisan leluhur sejak ratusan tahun silam.

Baca juga: Teks Misa Hari Kamis 28 Maret 2024 Perayaan Kamis Putih Lengkap Renungan Harian Katolik

 

Ratusan umat usia anak muda hingga lanjut usia (lansia) antusias membawa kayu bambu dan kukung ke jalan raya. Mereka mengikat bambu dengan gebang pada tiang kukung yang sudah ditancapkan ke tanah.

Tradisi Tikam Turo oleh umat katolik jelang tradisi sakral di kota berjuluk Reinha Rosari atau dikenal Kota Ratu itu terjadi di Kelurahan Postoh, Lokea, Pohon Siri, Lohayong, Balela, dan Larantuka, melibatkan seluruh umat dan suku-suku setempat.

Mateus da Silva (65), warga Kelurahan Pohon Siri, Kecamatan Larantuka, mengatakan tradisi Tikam Turo tak memakan waktu lama karena melibatkan banyak orang. Dimulai pukul 14.00 Wita, Turo rampung dikerjakan sekira pukul 16.30 Wita.

"Keliling (lintasan prosesi) bisa tiga kilo meter. Nanti jalan-jalan ini padat dengan manusia," katanya kepada wartawan, Selasa (26/3) petang.

Mateus menuturkan, umat selalu memberi diri dalam setiap devosi Semana Santa, termasuk tradisi Tikam Turo. Sanak keluarga di tempat rantau pun memberikan bagiannya. Ada pula yang mendapatkan giliran khusus menjadi Tuan Mardomu atau donatur untuk suksesi perayaan Semana Santa.

Setelah Turo rampung, umat akan memasang lilin pada tiang kayu tersebut. Lilin dengan jumlah ribuan itu menerangi prosesi Semana Santa, mengenang kisah sengsara Yesus yang wafat di kayu salib.

Di malam perkabungan Jumat Agung itu, umat membawa lilin bernyala sambil mendaraskan doa dan bernyanyi lagu-lagu ratapan. Lintasan prosesi bakal diwarnai cahaya lilin dari tangan umat maupun Turo.

Ketua Lingkungan Benteng Daud, Kelurahan Pohon Sirih, Kecamatan Larantuka, Getrudis Bernadete Ubas, mengatakan Turo menjadi penerang bagi Tuan Ma dan Tuan Ana yang bersumber dari cahaya lilin umat.

Menurut perempuan 58 tahun ini, umat biasa menyebut dengan istilah "Sulo Kaki Tuan" atau "Punto Dama" yang berarti lilin. Tradisi sakral ini untuk menerangi jalan Tuan Ma dan Tuan Ana sepanjang jantung kota.

"Tikam Turo ini untuk suluh kaki Tuan yang orang Nagi (Larantuka) bilang Punto Dama. Supaya ada penerang saat Bunda Maria dan Tuhan Yesus lewat," katanya.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved