Jumat, 15 Mei 2026

Populasi Komodo

Populasi Komodo di Taman Nasional Komodo Bertambah 3.396

Balai Taman Nasional Komodo di Labuan Bajo, Manggarai Barat meningkat menjadi 3.396 ekor atau bertambah 240 ekor.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Cristin Adal
zoom-inlihat foto Populasi Komodo di Taman Nasional Komodo Bertambah 3.396
POS-KUPANG.COM/HO
KOMODO- Hewan purba, Komodo yang hidup di kawan Taman Nasional Komodo (TNK), Manggarai Barat, Provinsi NTT.  

TRIBUNFLORES.COM, LABUAN BAJO- Jika pada tahun 2022 populasi komodo mengalami penurunan namun pada tahun 2023 Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) di Labuan Bajo, Manggarai Barat meningkat menjadi 3.396 ekor atau bertamab 240 ekor.

"Populasi Komodo tahun 2023 tertinggi dalam enam tahun terakhir. Jumlah Komodo terus meningkat sejak 2018 hingga 2021. Jumlahnya menurun pada 2022, tetapi kembali naik pada 2023," kata Kepala BTNK Hendrikus Siga, Rabu, 3 Maret 2024 dikutip dari Kompas.Com.

Ia menyebutkan, pada 2018 populasi Komodo di TN Komodo ada 2.897. Populasinya bertambah pada 2019 menjadi 3.022 ekor, kemudian 2020 ada 3.163, pada 2021 ada 3.303 dan pada 2022 ada 3.156.

Dikatakan Hendrikus, naik turunnya populasi Komodo adalah suatu hal yang wajar terjadi di alam liar.

Baca juga: Populasi Komodo di Taman Nasional Komodo Berkurang 147 Ekor

 

 

"Selama tidak terjadi kenaikan drastis yang terjadi selama beberapa tahun berturut turut atau penurunan terus menerus, maka tidak perlu ada kekhawatiran ataupun euforia yang berlebihan," jelas Hendrikus.

Menurutnya, peningkatan populasi komodo karena banyak faktor, antara lain banyak Komodo betina yang bereproduksi pada beberapa tahun sebelumnya. Selain itu, tingkat keberhasilan hidup anakan juga cukup tinggi.

Kemudian, faktor lainnya adalah ketersediaan hewan yang menjadi mangsanya dan ketersediaan pakan yang memadai.

Ia menambahkan, untuk mengetahui faktor yang paling mempengaruhi peningkatan populasi Komodo tentunya diperlukan penelitian yang intensif. Namun karena sekarang ini tidak ada kondisi yang mengkhawatirkan, maka kajian tersebut belum menjadi prioritas.

Baca juga: 4 Terdakwa Penyelundupan Komodo di Labuan Bajo Divonis Berbeda

Meskipun begitu, pemantauan rutin terkait kondisi pakan, aktifitas reproduksi betina tetap dilakukan oleh pihak Balai Taman Nasional secara rutin setiap tahunnya, sebagaimana merupakan kewajiban dan tanggung jawab Balai Taman Nasional Komodo.

Hal itu, disebutkan Hendrikus sebagai upaya antisipasi jika terjadi hal-hal yang perlu mendapat perhatian dengan segera.

Sumber: Kompas.Com

Berita Tribunflores.com lainnya di Google News

 

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved