Berita Nagekeo
Dirjen Bimas Katolik Kemenag RI Wacana Bangun Lembaga Pendidikan Terpadu di Nagekeo
Dirjen Bimas Katolik Kementerian Agama RI mewacanakan pendirian lembaga pendidikan terpadu mulai pendidikan dasar sampai perguruan tinggi di Nagekeo.
Penulis: Egy Moa | Editor: Egy Moa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/TERIMA-DIRJEN-BIMAS-KATOLIK-KEMENAG-RI.jpg)
TRIBUNFLORES.COM,MBAY-Baru pertamakali menjejakan kaki di Mbay, Kabupaten Nagekeo, Pulau Flores, Kamis siang 4 April 2024, Dirjen Bimas Katolik Kementerian RI, Drs. Suparman,SE.M.Si, mengaku bahagia datang ke daerah ini.
Kehadiran Dirjen untuk melihat langsung tanah dihibahkan Pemda Nagekeo. Lokasinya di Kampung Malaruma, Kelurahan Lape, Kecamatan Aesesa sekitar 5 Km arah selatan Mbay, sebelumnya telah disampaikan Penjabat Bupati Nagekeo, Raymundus Ngajo kepada Dirjen Bimas Katolik. Pada Kamis malam, Dirjen Bimas Katolik bersua penjabat bupati di rumah jabatan Bupati Nagekeo.
“Memang, Nagekeo ini menjadi salah satu prioritas untuk kita kembangkan pendidikanya. Berdasarkan pembicaraan saya dengan penjabat bupati, kita diserahkan tanah 10 Ha di Nagekeo ini,” ujar Suparman dalam pertemuan di ruang kerja Kepala Kantor Kemenag Nagekeo.
Pertemuan dipandu Kasubag Tata Usaha Kemenag Nagekeo, Drs. Muh.Lutfi Daeng Maro, dihadiri Kakanwil Kemenag Provinsi NTT, Reginaldus Saverinus Sely Serang, S.Fil, M.Th, Direktur Pendidikan Katolik Dirjen Bimas Katolik, Dr.Salman Habeahan, S.Ag, Sekretaris Komisi Kerawam KWI, Yohanes Kurnianto Jeharut, Sekretaris Keuskupan Agung Ende, Rd. Efraim Pea, Kabid Pendidikan Katolik Kanwil Kemenag NTT, Adrianus Purnama Jaya, S.Ag,M.Th dan rombongan dari Jakarta.
Baca juga: Pasutri Katolik Kemenag Nagekeo Menepi Sejenak Temukan Semangat Baru di Rumah Retret Boanio
Suparman mengatakan,pada lahan tersebut akan dibangun lembaga pendidikan terpadu dari jenjang pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi. Meski semua fasilitas yang akan dibangun itu tergantung kekuatan anggaran yang disediakan pemerintah.
Program-program pendidikan yang kelak dikembangkan di dalam lembaga ini, demikian Suparman, bukan untuk saling melemahkan dengan sekolah yang sudah ada, tetapi saling memperkuat.
Oleh karena itu dibutuhkan sinergi dan kolaborasi dengan gereja dan stakeholder yang lain agar rencana ini bisa saling sinodal. Sama-sama memiliki masa depan lebih baik.
“Kami tidak berharap sama sekali ketika sekolah terpadu dibangun di Nagekeo melemahkan sekolah-sekolah yang lain,” tandas Suparman.
Baca juga: Penyuluh Agama Katolik Kemenag Nagekeo Didorong Manfaatkan Media Sosial
Menanggapi kuantitas penyuluh dan guru Agama Katolik yang disampaikan Kepala Kantor Kemenag Nagekeo, Krensentia Reo, Suparman mengakui jumlah penyuluh dan guru agama menjadi keprihatinan bersama.
“Kita sama-sama berjuang agar 112 ribu alokasi yang sudah disetujui MenPAN-RB. Ini jumlah spektakuler yang terbesar kita bisa dapatkan. Karena itu, sambil menunggu pendistribusian alokasi kuota ini, kita harus memiliki data yang akurat. Jangan sampai nanti, pada saat di-launching, kita belum siap,” kata Suparman.
Sebelumnya Since Reo, sapaan Krensentia melaporkan kuantitas guru dan penyuluh yang ada di Kemenag Nagekeo. Guru Agama Katolik sebanyak 36 orang tak sebanding dengan rombongan belajar dari 376 sekolah swasta dan negeri dari tingkat SD sampai SMA. Keadaan serupa dengan 35 penyuluh Agama Katolik yang menjangkau 19 paroki dan satu kuasai.
Dirjen Bimas Katolik Kemenag RI dan Kakanwil Kemenag NTT juga mengunjungi Susteran Sang Timur menyerahkan ijin operasional Taman Seminari diterima Ketua Yayasan Karya Sang Timur Perwakilan Flores, Suster Hedwig,PIJ.
Baca juga: Tahun 2024, Kemenag Nagekeo Akan Jalankan PTSP dan Zona Integritas
Sebelum ke Mbay, Dirjen Bimas Katolik mengunjungi Sekolah Menengah Agama Katolik (SMAK) Negeri Ende, dan bertemu Bupati Ende, Drs. Djafar Achmad. Kedatangan ke Ende dan Nagekeo, pertama kali semenjak dilantik bulan Desember 2023. *
Berita TRIBUNFLORES.COM lainnya di Google News
Kemenag Nagekeo
Dirjen Bimas Katolik Kemenag RI ke Nagekeo
Kakanwil Kemenag NTT
Penjabat Bupati Nagekeo
| Terpidana Proyek Talud Bayar Kerugian Negara Rp 884 Juta di Kejari Flores Timur |
|
|---|
| 2 Pria di NTT Divonis 3 Bulan Penjara Karena Pukul Sapi Sampai Mati |
|
|---|
| Kalender Liturgi Katolik Sabtu 6 April 2024, Hari Sabtu Dalam Oktaf Paskah |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Jumat 5 April 2024, Ketaatan Membawa Kesejahteraan |
|
|---|
| BMKG Sebut Hari Ini Manggarai Timur dan Manggarai Hujan Lebat Disertai Petir |
|
|---|