Tindak Pidana Perdagangan Orang
Gelar Aksi Duka TPPO, PMKRI Maumere Sampaikan Empat Poin Tuntutan
Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) cabang Maumere menggelar aksi duka TPPO dan menyampaikan tiga poin tuntutan
Penulis: Albert Aquinaldo | Editor: Hilarius Ninu
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Albert Aquinaldo
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) cabang Maumere menggelar aksi duka TPPO dan menyampaikan tiga poin tuntutan di depan Mapolres Sikka, Sabtu, 6 April 2024 sore.
Dalam aksinya, PMKRI Maumere menyampaikan beberapa poin tuntutan antara lain:
1. Mendesak Polres Sikka untuk segera menahan dan periksa yang diduga sebagai pelaku atau “Calo Kematian” atas dugaan sindikat Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang telah ia perbuat.
2. Mendesak Polres Sikka untuk segera memeriksa para tersangka yang diduga turut serta dalam sindikat Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
Baca juga: Selain Bawa Keranda Mayat, PMKRI Maumere Gelar Aksi Teatrikal TPPO
3. Mendesak Polres agar dalam menjalankan proses penegakkan hukum harus bekerja secara maksimal sesuai dengan prosedural hukum yang berlaku.
4. PMKRI Maumere secara moral akan selalu mengawal proses penegakkan hukum yang saat ini sedang ditangani oleh Polres Sikka.
Selain empat poin tuntutan, PMKRI Maumere juga mengusung keranda mayat dan melakoni teatrikal di tiga titik yakni di depan Patung Kristus Raja Maumere, depan Stadion Gelora Samador Maumere dan di depan Mapolres Sikka.
Dalam aksi teatrikal, lima aktivis PMKRI Maumere melakoni aksi TPPO yang menjerat YS, calo tenaga kerja ilegal yang mengirim 72 pekerja asal Kabupaten Sikka dan diduga ditelantarkan hingga menyebabkan Jodimus Moan Kaka meninggal dunia karena kelaparan.
Pada puncak aksi, puluhan aktivis PMKRI Maumere membakar lilin duka di depan Mapolres Sikka.
Baca juga: Koordinator TPDI NTT : Ayo Kapolres Sikka, Ukir Prestasimu Tangkap YS
Ketua PMKRI Maumere, Kornelis Wuli mengatakan, PMKRI Maumere akan turun melakukan aksi lanjutan apabila empat poin tuntutan mereka tidak diindahkan pihak kepolisian.
"Ini adalah gerakan awal kami dan kami pastikan ke depannya akan ada gerakan lanjutan," tegas Kornelis Wuli.
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/BAKAR-LILIN-Puluhan-aktivis-PMKRI-Maumere-membakar-lilin-duka.jpg)