Senin, 13 April 2026

Berita Manggarai Barat

3 Lulusan AIC Labuan Bajo Bekerja di Malaysia, Dilepas Bupati Edi Endi

Mereka dilepas langsung oleh Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi, Senin 15 April 2024. Selanjutnya tiga orang itu ke Malaysia

Tayang:
Penulis: Berto Kalu | Editor: Hilarius Ninu
zoom-inlihat foto 3 Lulusan AIC Labuan Bajo Bekerja di Malaysia, Dilepas Bupati Edi Endi
POS-KUPANG.COM/BERTO KALU
Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi melarang pejabat di daerah itu mematikan handphone.  

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Berto Kalu

POS-KUPANG.COM, LABUAN BAJO - Atlantis International College (AIC) Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur kembali mengirimkan tiga orang lulusannya untuk bekerja di luar negeri.

Mereka adalah Yohanes Boy Sarjo, asal Lembor Sambir Bendera, kelurahan Tangge, kemudian Marselinus Ngabut, asal Terang dan Paskalis Fridei, asal Namut Santu Klaus Kuwu. Ketiga lulusan tersebut dikirim untuk berkerja di Hotel Royal Park, Penang Malaysia. 


Mereka dilepas langsung oleh Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi, Senin 15 April 2024. Selanjutnya tiga orang itu akan terbang ke Malaysia, Selasa 16 April 2024.


"Kalian itu menjadi utusan, kalian adalah yang terpilih. Kalian ke sana itu bukan personal, melainkan mewakili Manggarai Barat. Jadi kalau kalian ke luar negeri sekarang, berilah yang terbaik," ungkap Bupati Edi Endi saat melepas ketiga lulusan AIC Labuan Bajo. 

 

 

Baca juga: Ketua Panitia Doakan Mgr. Hironimus Sukses Gembalakan Umat 

 

 

 


Bupati Edi meminta lulusan yang dikirim ke luar negeri, memberikan yang terbaik agar ke depan akan mempermudah orang dari Manggarai Barat mendapat kerja di luar negeri.


"Kalian harus jadi luar biasa. Kita terbentuk di lingkungan sekitar kita. Kita keluar negeri mewakili Manggarai Barat, Flores, Komodo. Jadilah luar biasa, jangan berpikir untuk sekarang. Berpikirlah untuk Labuan Bajo ke depan, kiatnya satu we are the champion. Bagaimana bisa jadi pemenang di lingkungan yang sangat kompetitif. Kita boleh bangga jadi pemenang di daerah yang sangat kompetitif," ungkapnya. 


Edi Endi menganalogikan, emas murni yang di tempa di suhu tinggi dan juga tempaan tekanan yang tinggi. Setelah emas itu jadi murni, ditaruh di lumpur juga dia akan tetap bersinar.


"Kita ada di hari ini, yang kita perlu pikirkan hanya hari esok. Karena hari ini sudah tinggal kita jalankan, disiplin itu kunci," tutupnya. 

 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved