Sabtu, 11 April 2026

Rabies di Sikka

Sikka Siaga Rabies, Pemkab Buka Posko Penanganan

Menyusul adanya peningkatan kasus gigitan anjing di Kabupaten Sikka yang mencapai angka 903 dengan empat kasus kematian,

Tayang:
Penulis: Albert Aquinaldo | Editor: Hilarius Ninu
zoom-inlihat foto Sikka Siaga Rabies, Pemkab Buka Posko Penanganan
TRIBUNFLORES.COM/ARNOLDUS WELIANTO
RAKOR - Rakor Penanganan Rabies di Kantor Bupati Sikka, Rabu, 17, April 2024 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Albert Aquinaldo

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Menyusul adanya peningkatan kasus gigitan anjing di Kabupaten Sikka yang mencapai angka 903 dengan empat kasus kematian, Pemerintah Kabupaten Sikka akan membuka posko penanganan rabies.

Sekretaris BPBD Sikka, Muhammad N. Karim dihadapan Pj Bupati Sikka, Adrianus Fiminus Parera, Plt Sekda Sikka, Margaretha Movaldes Da Maga Bapa, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Kristianita Fitriani, pimpinan OPD teknis bersama para camat saat Rakor Penanganan Rabies di Kantor Bupati Sikka, Rabu, 17, April 2024, menjelaskan, setelah SK siaga darurat bencana non alam rabies ditetapkan Pj Bupati Sikka, maka akan ditindaklanjuti dengan SK posko penanganan rabies.

"Setelah SK posko ini ada kita akan sudah mulai melakukan kegiatan operasi dan kegiatan operasi itu harus di laporkan perhari berkaitan dengan jumlah kasus gigitan, jumlah sampel yang diuji, jumlah kematian akibat gigitan, jumlah vaksin baik untuk HPR maupun untuk korban gigitan, berkaitan dengan ketersediaan maupun pelaksanaan vaksinisasinya," jelas Muhammad N. Karim.

Setelah tiga pokja posko penanganan rabies terbentuk, diharapkan segera membuat proposal pengajuan bantuan vaksin ke BPBD Provinsi NTT.

 

 

Baca juga: KLB Rabies, Camat Palue: Ingat Nyawa Manusia Lebih Berharga Daripada Seekor Anjing

 

 

 

 

Apabila dalam perjalanan kasus gigitan anjing meningkat, sesuai dengan Permenkes 1501, maka Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka akan mengeluarkan kasus W1 peningkatan status KLB menjadi wabah dan penanganannya akan ditingkatkan statusnya dari siaga menjadi tanggap darurat.

"Kondisi sekarang belum ada laporan dari Kadis Kesehatan berkaitan dengan status dari KLB menjadi wabah sehingga kita masih dalam tahap siaga dan kita lanjutkan dengan pembentukkan posko," jelas Karim.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus pada kesempatan itu menjelaskan berdasarkan trend kasus gigitan anjing tahun 2023 mencapai angka 500 kasus dan hinggal April 2024 angka 903 kasus.

"Kalau dua kali lipat untuk kenaikannya, kita akan kaji untuk peningkatan status, maka saya minta untuk kita cepat eliminasi supaya kasus gigitan ini turun," ujar dia.

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved