Renungan Katolik
Renungan Harian Katolik Kamis 25 April 2024, Maka Pergilah Para Murid
Mari simak Renungan Harian Katolik Kamis 25 April 2024.Tema renungan harian katolik yaitu Maka Pergilah Para Murid.
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Br-Pio-Hayon-SVD.jpg)
Sesudah berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Tuhan Yesus ke surga, lalu duduk di sebelah kanan Allah. Maka pergilah para murid memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.
Renungan Katolik
Saudari/a yang terkasih dalam Kristus
Salam damai sejahtera untuk kita semua. Pergilah adalah satu ungkapan atau sekaligus perintah untuk melakukan tugas yang telah dipercayakan kepada seseorang untuk dikerjakan. Ungkapan ini juga bisa berarti pergi ke suatu tempat yang telah ditunjukkan untuk ditentukan sebelumnya. Intinya adalah bahwa perintah untuk pergi mengandung pengertian sebuah kesiapan diri untuk melakukan tugas yang telah dipercayakan kepada seseorang.
Saudari/a yang terkasih dalam Kristus
Hari ini gereja secara khusus merayakan pesta Santo Markus Pengarang Injil. Santo Markus Penginjil adalah seorang Kristen yang hidup pada abad ke-1 dan diyakini sebagai penulis Injil Markus (bagian Perjanjian Baru di Alkitab Kristen). Di sejumlah bagian Alkitab namanya ditulis "Yohanes yang disebut (juga) Markus". Eusebius mencatat bahwa Petrus sampai di Roma pada tahun ke-2 Kaisar Claudius (yaitu tahun 42 M). Saat itu Markus mendampingi Petrus dalam perjalanan sebagai penterjemah. Pekerjaan Petrus sangat berhasil di sana sehingga penduduk menghormatinya dengan membuat patungnya. Atas permintaan jemaat, Markus menuliskan khotbah-khotbah Petrus yang menjadi Injil menurut Markus.
Dalam Injil Markus terdapat suatu bagian yang unik, yang dianggap sebagai kesaksian pribadi Markus pada malam tatkala Yesus ditangkap: 14:51Ada seorang muda, yang pada waktu itu hanya memakai sehelai kain lenan untuk menutup badannya, mengikuti Dia. Mereka hendak menangkapnya, 14:52tetapi ia melepaskan kainnya dan lari dengan telanjang.” Di bagian akhir Surat Petrus yang Pertama tertera: "Salam kepada kamu sekalian dari kawanmu yang terpilih yang di Babilon, dan juga dari Markus, anakku." Dalam suratnya yang pertama, Petrus mengirimkan salam dari Roma, dari "anakku, Markus" (1Pet 5:13).
Hal ini-diperkuat oleh tradisi purba dan nada Injil Markus-memberikan kepastian bahwa Markus juga adalah rekan atau orang yang dekat dengan Petrus. Apapun latarbelakang sejarah Santo Markus, terlihat jelas di sana bahwa Roh Tuhanlah yang membimbing dia untuk sampai pada titik di mana semua hal yang dialaminya dalam perjumpaannya dengan orang-orang terdekat dari Yesus seperti Petrus membuatnya tertarik dan oleh bimbingan Roh Kudus dia menuliskan semua hal itu yang kemudian dijadikan salah satu kitab injil. Dan itulah yang dituliskan kepada kita dalam injil yang kita dengar hari ini: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makluk.” Perintah Yesus sesudah Dia dibangkitkan dan menyampaikannya kepada para muridNya perintah ini agar itu dilaksanakan. Bagi Markus, ini adalah sabda Yesus yang terakhir sebelum kembali kepada Bapa di surga yang akan menjadi bekal bagi para muridNya.
Yesus tidak hanya memberikan perintah untuk pergi begitu saja tetapi dengan segala yang dibutuhkan oleh para muridNya. Seperti yang digambarkan di dalam injil, para murid itu disertai dengan tanda-tanda: mengusir setan demi namaNya, bicara dalam bahasa-bahasa baru, memegang ular bahkan meminum racun maut tidak akan mendapat celaka serta meletakkan tangan atas orang sakit dan mereka menjadi sembuh.” Bagi Yesus, semua tanda yang menyertai mereka itu bukan sebagai tujuan, tetapi semua itu adalah sarana untuk mewujudkan satu tugas utama adalah memberitakan Injil kerajaan Allah kepada semua makluk. Itu tujuan utama dari tugas perutusan yang diberikan Yesus kepada para muridNya. Tugas pewartaan injil itu juga diberikan kepada kita sebagai murid-muridNya, namun yang terjadi kita lebih fokus kepada sarana-sarana atau tanda-tanda yang menyertai kita dan kita merasa sudah menjadi orang yang terberkati karena sudah mampu melakukan banyak tanda-tanda itu dan mulai menyombongkan diri karena memiliki karisma yang telah diberikan Tuhan lalu lupa untuk mewartakan Injil Kebenaran Tuhan kepada orang lain. Kita gampang sekali jatuh dalam kesombongan diri karena hanya untuk memenuhi ego diri kita sendiri. Maka marilah kita belajar seperti Santo Markus yang walaupun hanya menyertai Petrus saja tetapi dia tetap fokus untuk mewartakan Kabar Sukacita Injil dengan menulisnya dalam bentuk Injil.
Saudari/a yang terkasih dalam Kristus
Pesan untuk kita, pertama: semua kita telah dipanggil menjadi murid-murid Tuhan, maka kita pun mendapat perintah yang sama untuk pergi memberitakan Injil. Kedua, untuk itu tidak ada yang namanya memegahkan diri karena kita diberi banyak tanda-tanda itu karena itu hanyalah sarana bukan tujuan. Ketiga, tujuan utama adalah menjadi pewarta kabar Injil Kebenaran Allah kepada semua makluk dan dimulai dari pola hidup kita sendiri.
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News