Rabu, 15 April 2026

Danau Kelimutu Berubah Warna

Aktivitas Gunung Kelimutu Normal Meski Air Danau Berubah Warna

Meskipun warna air Danau Kelimutu mengalami perubahan, aktivotas Gunung Kelimutu tak mengalami perubahan menurut Badan Geologi Kementerian ESDM.

Tayang:
Penulis: Albert Aquinaldo | Editor: Egy Moa
zoom-inlihat foto Aktivitas Gunung Kelimutu Normal Meski Air Danau Berubah Warna
TRIBUNFLORES.COM/HO-BALAI TAMAN NASIONAL KELIMUTU
DANAU KELIMUTU - Kondisi terkini perubahan warna air Danau Kelimutu 'Tiwu Ata Polo', Kamis, 23 Mei 2024. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Albert Aquinaldo

TRIBUNFLORES.COM,ENDE- Berdasarkan siaran pers Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor: 45/ KM /BGL/2024 tentang perubahan warna air danau kawah Gunungapi Kelimutu yang diterima TribunFlores.com, Kamis, 23 Mei 2024 pagi, selain melaporkan perubahan warna air Danau Kelimutu menjadi warna hitam juga melaporkan perkembangan terakhir aktivitas Gunung Kelimutu periode 13 Mei 2024 hingga 22 Mei 2024. 

Dijelaskan, gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut dan teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis tinggi sekitar 5-25 meter dari puncak. Cuaca cerah hingga hujan, angin lemah hingga kencang ke arah utara, timur laut, timur, selatan dan barat laut. Suhu udara sekitar 17-30°C. 

Jaringan seismik Gunung Kelimutu merekam 37 kali Gempa Vulkanik Dalam, 1 kali Gempa Vulkanik Dangkal, 14 kali Gempa Tektonik Lokal dan 29 kali Gempa Tektonik Jauh.

Potensi bahaya saat ini berupa erupsi freatik dengan ancaman bahaya berupa semburan air dan lontaran material di sekitar kawah. Hujan abu dapat terjadi dengan jarak dan intensitas tergantung pada arah dan kecepatan angin.

Baca juga: Warna Air Danau Kelimutu Berubah Kemungkinan Curah Hujan Tinggi 

 

Berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental, aktivitas Gunung Kelimutu saat ini masih berada pada Level I (Normal). 

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menghimbau kepada masyarakat di sekitar Gunung Kelimutu dan pengunjung atau wisatawan agar membatasi aktivitas di sekitar area kawah dengan tidak melewati pagar pembatas, tidak mendekati kawah danau, tidak mendekati tembusan gas dan tidak bermalam di dalam kawah untuk menghindari potensi bahaya gas beracun.

Masyarakat Gunung Kelimutu juga diimbau agar tetap tenang, beraktivitas seperti biasa, tidak terpancing isu-isu tentang erupsi Gunung Kelimutu dan tetap mengikuti perkembangan aktivitas G. Kelimutu melalui aplikasi Magma Indonesia yang dapat diunduh di Google Playstore atau melalui website https://magma.esdm.go.id, https://vsi.esdm.go.id dan https://geologi.esdm.go.id.

Pemerintah Daerah, BPBD Provinsi dan Kabupaten agar senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunungapi Kelimutu di Kampung Kolorongo, Desa Koa Nora,Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana
Geologi, Badan Geologi di Bandung.

Baca juga: Kondisi Gunung Api Kelimutu Ende Pasca Air Danau Tiwu Ata Polo Kelimutu Berubah Warna

Tingkat aktivitas Gunung Kelimutu akan dievaluasi secara berkala maupun jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan. Tingkat aktivitas dianggap tetap jika evaluasi berikutnya belum diterbitkan.

Gunung Kelimutu merupakan gunungapi tipe strato dengan ketinggian 1384,5 m di atas permukaan laut. Secara geografis Gunung Kelimutu terletak pada posisi koordinat 08o45’30” LS dan 121o50’00 BT. 

Gunung Kelimutu diamati secara visual dan instrumental dari Pos Pengamatan (PGA) yang berlokasi di Kampung Kolorongo, Desa Koa Nora, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur. Gunung Kelimutu memiliki 3 danau kawah, yaitu Kawah 1 (Tiwu Ata Polo), Kawah 2 (Tiwu Koofai Nuwamuri) dan Kawah 3 (Tiwu Ata Bupu).

Sejarah erupsi Gunung Kelimutu tercatat sejak tahun 1867 dan memiliki interval erupsi berkisar 1-73 tahun. Erupsi terakhir terjadi pada bulan Juni tahun 1968 berupa letusan freatik di Kawah 2 (Tiwu Koofai Nuwamuri) dengan didahului suara desisan dan semburan air coklat kehitaman di bagian barat danau. *

Berita TRIBUNFLORES.COM lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved