Gunung Kelimutu Ende
Gunung Kelimutu Ende Naik Status Waspada, Stroberi Milik John Gagal Panen
Stroberi Milik John Pemo Gagal Panen akibat gunung api kelimutu naik status dari normal ke waspada. Menurut John kondisi itu sangat memprihatinkan.
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/pemilik-kebun.jpg)
TRIBUNFLORES.COM, ENDE - Status Gunung Kelimutu di Pemo Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende meningkat dari status normal menjadi waspada pada Jumat, 24 Mei 2024 sekitar pukul 13.00 Wita.
Meskipun status gunung waspada, kunjungan ke objek wisata Danau Kelimutu tetap dibuka.
Kepala Balai Taman Nasional Kelimutu Budi Mulyanto kepada TribunFlores.com, Jumat, 24 Mei 2024 malam menjelaskan, meski tetap dibuka namun ada pembatasan.
"Tetap di buka dengan pembatasan di areal kunjungan sesuai dengan rekomendasi PVMBG radius kurang lebih 250 M, di areal kawah 1 dan 2 di tutup kunjungan," jelas Budi Mulyanto.
Baca juga: Air Danau Kelimutu Ende Berubah Warna, Kades Pemo Sebut Banyak Musibah hingga Kelaparan
Sementara itu John Sale, pemilik kebun Stroberi di kawasan Gunung Kelimutu mengaku tanaman strawbery miliknya gagal panen akibat dari meningkatnya status Gunung Kelimutu dari normal ke waspada.
"Tahun ini Stroberi tidak panen sama sekali karena angin itu bawa belerang ke arah bawah makanya tanaman yang ada di bagian sebelah bawah itu banyak yang mati termasuk dengan tanaman strawbery saya punya itu karena daunnya terkena belerang," ungkap John Selasa28 Mei 2024.
Diakui salah satu pelaku pariwisata di Danau Kelimutu ini, peningkatan status Gunung Kelimutu saat ini tidak terlalu membawa dampak yang signifikan jika dibandingkan dengan peningkatan status beberapa tahun lalu yang mengakibatkan semua tanaman mati.
Namun dari sisi jumlah kunjungan ke Danau Kelimutu pasca perubahan warna air danau dan peningkatan status dari normal ke waspada, kata Jhon, malah meningkat dari sebelumnya.
Berubah Warna
Sementara itu, perubahan warna Danau Kelimutu yang terletak di Desa Pemo, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur dipercaya bakal membawa dampak bagi kehidupan masyarakat secara khusus di Desa Pemo dan juga masyarakat secara luas.
Dilansir dari laman resmi platform Facebook Taman Nasional Kelimutu, hasil pemantauan yang dilakukan oleh petugas Balai TN Kelimutu dan Tim Pos Pengamatan Gunung Api Kelimutu, Rabu, 22 Mei 2024, air Danau Ata Polo terlihat berwarna coklat kehitaman.
Data dari kamera CCTV menunjukkan perubahan warna air Tiwu Ata Polo sejak tanggal 14 sampai dengan 22 Mei 2024.
Baca juga: Gunung Kelimutu Ende Status Waspada, Kunjungan ke Danau Kelimutu Tetap Dibuka
Pada tanggal 14 Mei 2024, air berwarna hijau kebiruan, pada tanggal 15 Mei 2024, air berwarna hijau kebiruan, pada tanggal 16 Mei 2024, perubahan air menjadi warna hijau dan pada tanggal 17 Mei 2024, perubahan warna air dari hijau menjadi menjadi hijau tua, tampak jelas teramati dua titik bulan air di atas permukaan danau kawah di bagian sebelah timur laut, bau gas belerang tercium lemah.
Dari tanggal 18 - 20 Mei 2024, air berwarna hijau tua, sedangkan pada tanggal 21 Mei 2024, perubahan air menjadi warna hijau kecoklatan, Pada Rabu, 22 Mei 2024, perubahan air menjadi warna coklat kehitaman