Selasa, 5 Mei 2026

Renungan Katolik Hari Ini

Renungan Harian Katolik Kamis 30 Mei 2024, Buang Mental Mengemis

Mari simak Renungan Harian Katolik Kamis 30 Mei 2024.Tema Renungan Harian Katolik yaitu Buang Mental Mengemis.

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Renungan Harian Katolik Kamis 30 Mei 2024, Buang Mental Mengemis
TRIBUNFLORES.COM / GG
RENUNGAN HARIAN KATOLIK PATER JOHN LEWAR -Mari simak Renungan Harian Katolik Kamis 30 Mei 2024.Tema Renungan Harian Katolik yaitu Buang Mental Mengemis. 

Ia segera berdiri, dan pergi mendapatkan Yesus. Yesus bertanya kepadanya, “Apa yang kaukehendaki Kuperbuat bagimu?” Orang buta itu menjawab, “Rabuni, supaya aku dapat melihat.”Yesus lalu berkata kepadanya, “Pergilah, imanmu telah menyelamatkan dikau.” Pada saat itu juga melihatlah ia! Lalu ia mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya.

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Katolik

Meditatio:

Adalah Bartimeus, anak Timeus seorang yang miskin, buta, tidak
terkenal, tidak punya pekerjaan, duduk-duduk di pinggir jalan dan hanya
bisa menjadi pengemis. Kita tentu sering mendengar kisahnya bahkan
hari ini diperdengarkan lagi. Pasti ada hal yang interesan di mata hati
kita. Mari kita telusuri lebih jauh pengalaman dan perjalanan hidup
Bartimeus..

Pertama, iman Bartimeus yang bergelora. Dia berteriak: “Yesus Anak
Daud, kasihanilah aku!”. Dengan menyebut Yesus Anak Daud, Bartimeus
telah menunjukkan dan mengakui imannya di depan publik bahwa Yesus
adalah Sang Mesias yang dijanjikan bagi umat Israel (Mi. 5:1; Rm. 1:3;
Yoh. 7:42). Ketidak sempurnaan-nya tidak dijadikan alasan (yang dibuatbuat) untuk enggan menghampiri Yesus, tetapi justru menjadi sebuah kesadaran bahwa ia membutuhkan Sang Mesias. Ia berseru memanggil
Nama Yesus. Dia tidak malu dan takut di tengah berbagai kontroversi di
kalangan Para Imam dan Ahli Taurat Yahudi terkait ke-Mesiasan Yesus.
Imannya bergelora saat mendengar Nama Yesus.

Kedua, langkah nyata untuk berubah. Bartimeus memiliki kerinduan yang
berbeda. Berbeda dengan kebanyakan orang buta atau pengemis lain
yang seringkali terlanjur “nyaman” dengan profesinya, dimana mereka
lebih memilih hidup dari belas kasihan orang lain karena mendatangkan
keuntungan. Bartimeus justru ingin segera keluar dan melepaskan diri
dari “jubah pengemisnya”. Penginjil Markus mengisahkan bahwa orang
buta itu menanggalkan jubahnya, lalu segera berdiri dan pergi kepada
Yesus”. Bartimeus telah memberi kita sebuah teladan luar biasa bahwa
pertobatan tidak cukup dan hanya berhenti pada ungkapan pujian-pujian
kepada Tuhan. Perlu tindakan dan langkah nyata untuk berubah,
menanggalkan manusia lama dan lahir kembali sebagai manusia baru
dengan cara pandang baru, yaitu cara pandang yang senantiasa terarah
ke Surga.

Ketiga, meng-copy paste cara hidup Yesus untuk menjadi cara hidup kita
juga. Lalu ia mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya” (ayat 52).
Pertobatan bukanlah sebuah momen sesaat di dalam hidup kita. Beriman
belum cukup hanya sekedar mengakui Yesus sebagai Tuhan dan Juru
selamat. Beriman adalah sebuah upaya untuk meng-copy paste cara
hidup Yesus untuk menjadi cara hidup kita juga, sebuah cara hidup yang
senantiasa berlandaskan Kasih. Seperti inilah cara kita mengikuti Yesus
dalam perjalanan-Nya.

Pelajaran penting dari kisah Bartimeus bukan semata menceriterakan
tentang seorang buta yang dicelikkan matanya oleh Yesus, tapi tentang
seseorang yang hidupnya ingin berubah dengan bersedia menanggalkan
“jubah lama” yang telah sekian lama dikenakan dan menggantinya
dengan “jubah baru”. Dia ingin berubah untuk menjadi semakin baik.
Ganti mental yang suka meminta belas kasihan orang lain dalam berbagai
bentuk. Ganti mental menggantungkan nasib pada orang lain.

Orangorang ini tidak mau berusaha sendiri atau berdikari tetapi selalu menggantungkan nasibnya pada tangan orang lain. Ganti mental gemar meminta-minta secara memaksa bukan secara sukarela. Mereka bisa
meminta dengan mengabaikan hak dan perasaan orang lain. Mintalah
Yesus mengubah hidup anda dengan melihat cara yang lebih positif,
seperti Bartimeus. Tuhan bertanya, “Apa yang kau kehendaki Aku berbuat bagimu?” Apa jawaban anda?.

Refleksi diri: Apakah ada sifat di dalam diri Anda yang mengandalkan
meminta dari belas kasihan orang lain? Kalau itu ada, segera buang sifat
itu! Bagaimana sekarang Anda akan lebih bijak dalam memberi seseorang
yang miskin, memberi bantuan material?

Doa

Ya Tuhan, kasihanilah kami orang berdosa. Jauhkanlah kami dari mental
suka meminta belaskasihan dan menggantungkan harapan pada orang
lain. Doronglah kami bekerja dengan tekun agar keluar dari keterpurukan
dan kemiskinan. Semoga kami mampu beralih dari manusia lama dan
menjadi manusia baru...Amin.
Sahabatku yang terkasih, Selamat Hari Kamis Pekan Biasa VIII. Salam
doa dan berkatku untukmu dan keluarga di mana saja berada: Bapa dan
Putera dan Roh Kudus...Amin


Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved