Berita Lembata
Peserta di Lembata Antusias Ikut Kelas Demokrasi Nimo Tafa Institute
Nimo Tafa Institute memulai kelas demokrasi pertamanya dengan membahas tema, 'Pilkada Lembata Dalam Perspektif Ekonomi Politik' di Aula Perpustakaan
Penulis: Paul Kabelen | Editor: Ricko Wawo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/njhgtyyi.jpg)
TRIBUNFLORES.COM, LEWOLEBA-Nimo Tafa Institute memulai kelas demokrasi pertamanya dengan membahas tema, 'Pilkada Lembata Dalam Perspektif Ekonomi Politik' di Aula Perpustakaan Daerah Goris Keraf Kabupaten Lembata, Sabtu, 8 Juni 2024.
Kelas terbatas ini berisi 20 orang peserta yang mendaftar dari pelbagai kalangan masyarakat Lembata.
Nimo Tafa Institute menyebut para peserta sebagai 'Warga Kelas'.
Eman Krova, pengampu Kelas Demokrasi Nimo Tafa Institute, mengulas sejarah politik di Indonesia, mengeleborasi lagi konsep demokrasi substansial dan prosedural serta membedah bangunan sistem politik di Indonesia.
Kelas Demokrasi ini berlangsung selama dua jam dengan dialog antara peserta dan pengampu.
Rian Naur, salah satu 'Warga Kelas' merasa puas dengan materi yang disajikan dan berhadap diselenggarakan lagi kelas-kelas demokrasi selanjutnya.
Baca juga: Suara Lantang Sepak Bola Perempuan di Lembata: Stop Bullying dan Cegah Perkawinan Anak
Rian yang merupakan guru di SMAS Frateran Lewoleba itu juga membawa seorang siswanya yang tertarik mengikuti kelas demokrasi. Siswa SMAS Frateran Lewoleba itu bernama Jeje.
Rian mengaku bangga dengan anak muridnya itu karena dia serius mengikuti pemaparan di dalam kelas demokrasi.
"Saya bangga karena Jeje semangat sekali mendengarkan pemaparan Om Eman Krova yang bicara tema ekonomi politik. Ia sampai merekam konten pemaparan itu," ucap Rian.
Sebagai pendidik, dia akan membawa beberapa murid lagi untuk bergabung menjadi peserta kelas demokrasi yang diselenggarakan Nimo Tafa Institute.
Antusiasme yang sama juga diutarakan Maria Loka, Warga Kelas lainnya yang merupakan pegiat lembaga swadaya masyarakat (LSM) PERMATA.
Baca juga: Melalui Sepak Bola: Remaja Perempuan Plan Indonesia Kampanye Pencegahan Perkawinan Anak di Lembata