Selasa, 2 Juni 2026

Renungan Katolik Hari Ini

Renungan Harian Katolik Selasa 18 Juni 2024, Kasihi Musuhmu

Mari simak Renungan Harian Katolik Selasa 18 Juni 2024.Tema renungan harian katolik yaitu Kasihi Musuhmu .

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Renungan Harian Katolik Selasa 18 Juni 2024, Kasihi Musuhmu
TRIBUNFLORES.COM / GG
PATER JOHN - Pater John Lewar, SVD. Mari simak Renungan Harian Katolik Selasa 18 Juni 2024. Tema renungan harian katolik yaitu Kasihi Musuhmu. 

Karena dengan demikian kalian menjadi anak-anak Bapamu di surga. Sebab Ia membuat matahari-Nya terbit bagi orang yang jahat, dan juga bagi orang yang baik. Hujan pun diturunkan-Nya bagi orang yang benar dan juga bagi orang yang tidak benar.

Apabila kalian mengasihi orang yang mengasihi kalian, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian? Dan apabila kalian hanya memberi salam kepada saudaramu saja, apakah lebihnya dari perbuatan orang lain?

Bukankah orang yang tak mengenal Allah pun berbuat demikian? Karena itu kalian harus sempurna sebagaimana Bapamu di surga sempurna adanya.

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Katolik

Meditatio:

Selagi kita masih bernapas selalu saja ada orang yang menjadi kawan dan
lawan, sahabat dan musuh. Ada orang yang begitu dekat dengan kita kini
menjauh dan menyakiti kita dengan kata-kata dan perilaku tertentu. Masing
masing orang tahu dan alami itu. Mari kita mengambil waktu sejenak
membayangkan mereka dan merenungkannya.

Pernah terjadi, ada seorang tentara Amerika menderita luka parah karena
ditembak oleh para tentara Vietnam. Ia merintih kesakitan di pinggir sebuah
hutan di Vietnam. Tiba-tiba datanglah seorang anak perempuan Vietnam dan
menyapanya dengan ramah. Anak itu mengatakan kepada tentara Amerika itu
untuk tidak merasa takut dengannya.

Anak itu melihat kaki dan tangan tentara itu luka parah maka ia mengambil kain yang ada di pinggangnya untuk
membalut semua luka tentara itu. Sambil membalut luka-luka, anak itu berkata
kepadanya: “Hari ini kalian berperang melawan orang-orang kami. Banyak orang
yang tewas karena senjata api dan biologis. Tetapi bagimu saat ini lain. Kita
bersahabat. Aku merawat kakimu seperti aku merawat kakiku sendiri. Aku
merawat tanganmu seperti aku merawat tanganku sendiri. Kita semua masih
manusia”.

Tentara itu merasa bersyukur karena ternyata musuh juga dapat menjadi
sahabat. Di saat-saat yang sulit dan ekstrim Tuhan selalu mengutus orang-orang
tertentu, bahkan musuh juga dapat menjadi sahabat yang menolong. Itulah
indahnya kehidupan manusia karena selalu memiliki musuh dan sahabat.
Pertanyaan bagi kita adalah, mengapa orang masih suka bermusuhan? Apakah
untungnya orang bermusuhan satu sama lain? Biasanya kalau bermusuhan pasti
rasa benci menggebu-gebu. Orang menjadi lupa dengan jati dirinya sebagai
manusia.

Pada hari ini Tuhan Yesus mengajar para muridNya untuk memiliki cinta kasih
lintas batas. Artinya memiliki kemampuan untuk mengasihi semua orang tanpa
kecuali. Di dalam hukum lama memang dikatakan dengan jelas: “Kasihilah
sesamamu manusia dan bencilah musuh-musuhmu”. Tetapi Yesus
berkata: “Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya
kalian”.

Wah ini bukan perkara yang gampang, tetapi hal yang tersulit di dunia
terkhusus bagi setiap hati yang disakiti. Musuh kog dikasihi, para penganiaya
kog didoakan. Ini memang ajaran yang sama sekali baru! Kalau kita dapat
berlaku seperti yang diajarkan Yesus maka kita sungguh-sungguh menjadi anak
Allah. Sama seperti Bapa yang mengasihi siapa pun, kita pun dipanggil untuk
melakukan hal yang sama. Kasih Bapa menunjuk pada kehendak yang tidak
terkalahkan untuk mengasihi.

Mengapa Yesus mengajar demikian? Karena Yesus tahu bahwa Bapa di Surga
mengasihi semua orang. Allah Bapa menciptakan matahari dan hujan untuk
orang baik dan orang yang tidak benar. Orang-orang yang tidak benar juga
dapat berlaku baik di antara mereka. Orang-orang yang tidak mengenal Allah
juga berlaku demikian. Maka Yesus mengharapkan agar para muridNya berlaku
sebagai murid dan anak-anak Allah. Sama seperti Bapa yang mengasihi siapa
pun, kita pun dipanggil untuk mengasihi sesama.

Sabda Tuhan yang kita dengar pada hari ini sangat bermakna bagi kehidupan
rohani. Ada dua hal yang patut kita catat dalam hidup pribadi kita. Pertama, kita
mengasihi semua orang tanpa memandang siapakah orang itu. Asal dia sesama
manusia, kita dipanggil oleh Tuhan untuk mengasihinya.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved