Minggu, 10 Mei 2026

Angin Kencang di NTT

Angin Kencang Landa Provinsi NTT, BMKG Minta Warga Waspada 

Waspadai potensi angin kencang yang sifatnya kering di musim kemarau yang berpotensi menyebabkan meluasnya kebakaran hutan

Tayang:
Editor: Hilarius Ninu
zoom-inlihat foto Angin Kencang Landa Provinsi NTT,  BMKG Minta Warga Waspada 
ILUSTRASI
Ilustrasi angin kencang yang melanda wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam beberapa hari ke depan. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dilanda angin kencang. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) meminta warga untuk waspada. 


Kepala Stasiun Meteorologi Kupang Sti Nenotek, Sabtu 22 Juni 2024, mengatakan, secara umum sebagian besar wilayah NTT telah memasuki Musim Kemarau. Pertumbuhan awan mulai menurun dan angin Monsoon Timur sudah mulai aktif.

"Waspadai potensi angin kencang yang sifatnya kering di musim kemarau yang berpotensi menyebabkan meluasnya kebakaran hutan dan lahan di wilayah NTT," kata dia, Jumat siang. 


BMKG memperkirakan angin kencang itu terjadi 22-24 Juni 2024, merata di seluruh wilayah di NTT. Sementara itu, tidak ada daerah yang berpeluang terjadi hujan. 

 

 

Baca juga: TRC BPBD Sikka Siaga Abu Vulkanik Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki 

 

 

 


Sementara pada prospek mingguan 21-27 Juni 2024, BMKG menyebut saat ini sebagian besar wilayah NTT telah memasuki musim kemarau. Diprakirakan kedepannya seluruh wilayah NTT sudah memasuki musim kemarau. 


Secara umum kondisi dinamika atmosfer yang terpantau pada tanggal 18 Juni 2024 adalah 
Suhu muka laut di wilayah NTT umumnya berkisar antara 26.0 °C - 32.0 C dengan anomali suhu muka laut di wilayah NTT berkisar antara -1.0 °C hingga +2.0 °C.

Tekanan udara di wilayah Indonesia pada umumnya berkisar antara 1005- 1014 hPa. Tekanan udara di wilayah Asia berkisar antara 981 - 1019 hPa, sedangkan di wilayah Australia berkisar antara 984 - 1030 hPa.

"Gelombang Equatorial Rossby dan Kelvin terpantau tidak aktif dan Madden Julian Oscillation (MJO) berada pada posisi netral sehingga tidak memberikan dampak terhadap wilayah NTT," tulis laporan yang dirilis BMKG itu. 

 

 

Baca juga: Kapal Wisata Budi Utama Tenggelam di Labuan Bajo, 2 Turis Spanyol Terluka

 

 

Kondisi cuaca umumnya cerah berawan - berawan dan kabut di beberapa wilayah di NTT dengan potensi Hujan Ringan di Wilayah Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Ende, Nagekeo, TTU, Malaka, dan Alor. Suhu udara berkisar dari 14- 33°C, kelembaban udara berkisar antara 50 - 95 persen.

Aktifnya monsoon Timur menyebabkan peningkatan kecepatan angin dibeberapa wilayah NTT Pada umumnya arah angin di NTT bergerak dari arah Timur Laut - Tenggara dengan kecepatan angin berkisar 30 - 50 km/jam.


"Waspada debu vulkanik akibat letusan Gunung Lewotobi di wilayah Flores Timur.
Waspada potensi angin kencang dan potensi dampak yang ditimbulkannya dan potensi kebakaran lahan/hutan di wilayah NTT," kata Sti Nenotek. (fan) 

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

 

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved