Berita Belu
Pemda Belu Terima Sertifikat Eliminasi Malaria dari Kemenkes RI
Kabupaten Belu merupakan salah satu Penerima penghargaan ini, bersama dengan 16 Kabupaten/Kota lainnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/TERIMA-PENGHARGAAN-Wakil-Bupati-Belu-Dr-Aloysius.jpg)
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur
POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - Pemerintah Kabupaten Belu mendapatkan Sertifikat Eliminasi Malaria dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI).
Kabupaten Belu merupakan salah satu Penerima penghargaan ini, bersama dengan 16 Kabupaten/Kota lainnya.
Diketahui Kabupaten Belu selama 3 tahun berturut-turut (September 2021, 2022, 2023) tidak ditemukan kasus malaria lokal (indigenus) dan hanya terdapat kasus impor.
Sertifikat Eliminasi Malaria langsung diberikan oleh Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono kepada Wakil Bupati Belu, Dr. Aloysius Haleserens pada puncak peringatan Hari Malaria Sedunia di Aula Siwabessy Gedung DR Sujudi Kementerian Kesehatan RI, Senin (24/6/2024) malam.
Baca juga: Paus Fransiskus Minta Pastor Khotbah Jangan Bertele-tele agar Umat Tidak Tertidur
Sebelumnya pada Oktober 2023 lalu, Tim assesor dari Kementerian Kesehatan RI melakukan penilaian dan uji petik eliminasi Malaria di Kabupaten Belu wilayah perbatasan RI-RDTL.
Selain dari Kemenkes RI juga dari Dinas Kesehatan, Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi NTT dan Unicef Perwakilan NTT.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Belu, Dr. Aloysius Haleserens menyampaikan sejak 1 September 2020 di Kabupaten Belu tidak lagi ditemukan kasus malaria Indegenous atau kasus lokal dan pada Agustus 2023 tercatat ada 19 kasus malaria impor yang ditemukan di Kabupaten Belu.
Karena itu, dirinya memberikan apresiasi yang tinggi atas usaha dan kerja keras semua elemen masyarakat di Kabupaten Belu dalam melakukan eliminasi malaria.
"Belu hanya terdapat kasus malaria impor. Hal ini merupakan kerja luar biasa dari semua komponen dalam menangani, memantau dan mencegah kasus Malaria di Kabupaten Belu. Terimakasih untuk semua itu,” pintanya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belu, drg. Ansila Eka Muty menyampaikan Puji Tuhan pada akhirnya Kabupaten Belu bisa mendapatkan sertifikat eliminasi malaria.
"Terima Kasih kepada Pemda Belu yang sangat mendukung, terima kasih kepada para pejuang eliminasi malaria dan semua pihak yang sudah sejak bertahun tahun mempersiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan syarat Belu bisa eliminasi Malaria," ujarnya, saat dihubungi Pos Kupang.
drg. Ansila menegaskan bahwa sekarang tugas dan kewajiban kedepan adalah menjaga status eliminasi ini.
"Setelah predikat ini kita terima, tentunya kita tidak melakukan apa-apa lagi, sekarang tugas dan kewajiban kita adalah menjaga status eliminasi ini tetap terjaga, dengan tetap melakukan berbagai upaya sehubungan dengan kegiatan tatalaksana Malaria," pungkas drg.Ansila. (cr23)
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News