Erupsi Gunung Lewotobi
Warga Rentan Bencana Erupsi Gunung Lewotobi Terima Bantuan Logistik
Warga rentan bencana erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki mendapat bantuan dari Pemerintah Kabupaten Flores Timur melalui BPBD Flores Timur, Kamis, 27 Jun
Penulis: Paul Kabelen | Editor: Ricko Wawo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/paoli.jpg)
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Paul Kabelen
TRIBUNFLORES.COM, LARANTUKA-Warga rentan bencana erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki mendapat bantuan dari Pemerintah Kabupaten Flores Timur melalui BPBD Flores Timur, Kamis, 27 Juni 2024.
Bantuan logistik berupa paket sembako berisi biskui protein, susu bayi, bubur bayi, makanan siap saji, hygene kit, sabun mandi, sabun cuci tangan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Flores Timur, Avelina Manggota Halan, datang bersama Camat Wulanggitang, Fredy Moat Aeng, menyalurkan bantuan ke Kepala Desa Klatanlo dan Kepala Desa Hokeng Jaya dan selanjutnya diserahkan ke korban bencana.
"Hari ini bantuan ke dua desa di Kecamatan Wulanggitang. Besok hari Jumat (28 Juni 2024) dan Sabtu (29 Juni 2024) kita salurkan lagi ke empat desa lainnya," kata Avelina kepada wartawan.
• Bangun Jaringan Listrik Desa, PLN Berhasil Listriki 3 Desa di Kabupaten Alor
Avelina mengatakan, prioritas bantuan logistik untuk warga rentan seperti lanjut usia (lansia), ibu hamil, dan anak-anak di Kecamatan Ile Bura dan Wulanggitang.
"Desa Klatanlo 320 paket dan Desa Hokeng Jaya sebanyak 180 paket. Bantuan ini kami salurkan berdasarkan data penerima rentan dari kepala desa," jelasnya.
Bantuan serupa selanjutnya menyasar Desa Pululera, Desa Boru, Desa Boru Kedang, dan Desa Nawokote dengan mengerahkan dua mobil pickup dan satu dumptruck.
Setelah tersalur ke enam desa di Kecamatan Wulanggitang, BPBD Flores Timur kemudian menyalurkan bantuan ke Desa Dulipali dan Nobo, Kecamatan Ile Bura pekan depan.
"Minggu depan ke Nobo dan Dulipali. Saat ini masih menunggu data dari Camat Ile Bura," jelas Avelina.
Gunung Lewotobi Laki-laki berstatus Level III (Siaga) terus erupsi setiap hari bahkan empat kali sehari. Pemerintah daerah setempat telah memperpanjang status siaga darurat bencana sejak tanggal 25 Juni sampai 25 September 2024.
Terdapat sembilan desa, termasuk dua desa persiapan terdampak abu tebal. Warga setiap hari menghirup belerang. Banyak dari mereka mulai terserang penyakit kulit, batuk, hingga gejala infeksi saluran pernapasan akut (Ispa).
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News
.