Senin, 20 April 2026

Renungan Katolik Hari Ini

Renungan Harian Katolik Selasa 6 Agustus 2024, Dengarkanlah Dia

Mari simak renungan harian Katolik Selasa 6 Agustus 2024.Tema renungan harian Katolik yaitu dengarkanlah dia.

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Renungan Harian Katolik Selasa 6 Agustus 2024, Dengarkanlah Dia
TRIBUNFLORES.COM / HO-BRUDER
Br. Pio Hayon, SVD. Mari simak renungan harian Katolik Selasa 6 Agustus 2024.Tema renungan harian Katolik yaitu dengarkanlah dia. 

Inilah Anak yang Kukasihi.

Sekali peristiwa, Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes, dan bersama-sama mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendirian saja. Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka: Pakaian-Nya menjadi sangat putih berkilat-kilat.

Tidak ada seorang pun di dunia ini yang dapat mengelantang pakaian sampai seputih itu. Maka nampaklah kepada mereka Elia bersama dengan Musa, keduanya sedang berbicara dengan Yesus. Kata Petrus kepada Yesus, “Rabi, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Baiklah kami dirikan tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia.”

Petrus berkata demikian, sebab ia tidak tahu apa yang harus dikatakannya, karena mereka sangat ketakutan. Maka datanglah awan menaungi mereka, dan dari dalam awan itu terdengar suara, “Inilah Anak yang Kukasihi, dengarkanlah Dia.” Dengan sekonyong-konyong, waktu memandang sekeliling, mereka tidak lagi melihat seorang pun bersama mereka, kecuali Yesus seorang diri.

Pada waktu mereka turun dari gunung itu, Yesus berpesan kepada mereka, supaya mereka jangan menceriterakan kepada seorang pun apa yang telah mereka lihat itu, sebelum Anak Manusia bangkit dari antara orang mati. Mereka memegang pesan tadi sambil mempersoalkan di antara mereka apa yang dimaksud dengan ‘bangkit dari antara orang mati.’

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Katolik

Saudari/a yang terkasih dalam Kristus

Salam damai sejahtera untuk kita semua. Mendengarkan sesuatu atau orang yang sedang berbicara adalah sebuah kebajikan karena di dalamnya orang bukan hanya mendengar saja tetapi mendengarkan dengan penuh perhatian sehingga melibatkan seluruh diri kita. Sikap inilah yang menjadi tuntutan utama saat kita sedang mendengarkan orang lain.

Saudari/a yang terkasih dalam Kristus

Hari ini gereja sejagat merayakan pesta Yesus menampakkan kemuliaanNya. Perayaan Transfigurasi Yesus (dikenal juga sebagai Pesta Yesus menampakkan Kemuliaan-Nya) dirayakan oleh berbagai denominasi Kristen. Asal usul perayaan mungkin berasal dari dedikasi tiga basilika di Gunung Tabor. Perayaan ini hadir dalam berbagai bentuk sejak abad ke-9, dan di Gereja Barat dibuat pada tanggal 6 Agustus oleh Paus Kallistus III . Transfigurasi dianggap perayaan besar, termasuk di antara dua belas Perayaan Besar di Ortodoks. Di semua gereja tersebut, jika hari raya jatuh pada hari Minggu, liturgi tidak dikombinasikan dengan liturgi hari Minggu, tetapi sepenuhnya menggantikan itu.

Peristiwa penampakkan Yesus itu terjadi di gunung Tabor. Gunung Tabor disebut Gunung Kemuliaan karena di atas gunung itulah Yesus menampakkan KemulianNya kepada Petrus, Yohanes dan Yakobus. Di depan mata ketiga rasul itu, Yesus berubah: “…WajahNya bercahaya seperti matahari dan pakaianNya menjadi putih bersinar seperti terang” (Mat17:2). Kemuliaan Yesus sebagai Putera Allah itu diperkuat oleh kehadiran dua orang nabi besar Perjanjian Lama, Musa dan Elia. Kemuliaan Yesus yang disaksikan oleh ketiga rasul itu adalah juga sebuah gambaran akan kemuliaan yang dari kekal telah ada seperti dalam penglihatan Daniel yang kita dengar pada bacaan pertama hari ini. Kemuliaah yang tampak itu adalah salah satu bentuk nyata betapa Allah adalah raja Agung yang penuh dengan kemuliaan yang sedari kekal telah ada.

Dan Petrus dalam suratnya menegaskan lagi betapa dia sendiri adalah saksi utama saat Yesus menampakkan kemuliaanNya di atas gunung Tabor itu. Dan untuk mengerti konteks peristiwa konfigurasi ini, kita dapat temukan dalam pesan Yesus kepada tiga muridNya pada saat mereka turun dari gunung itu: “Yesus berpesan kepada mereka, supaya mereka jangan menceritakan kepada seorang pun apa yang telah mereka lihat itu, sebelum Anak Manusia bangkit dari antara orang mati.” Pada kalimat terakhir itu Yesus bicara tentang kebangkitan orang mati. Dan kita juga tahu bahwa tiga rasul yang sama, Petrus, Yohanes dan Yakobus adalah tiga orang yang Yesus bawa ketika berdoa di taman Getsemani.

Maka peristiwa trasfigurasi di atas gungung Tabor itu memberi kita satu gambaran tentang satu visi transformatif yang dialami oleh Yeus dan juga oleh setiap orang yang mengikuti jalanNya namun harus dengan melewati satu misi formatif yaitu penderitaan di salib. Yesus pada saat yang sama mau memberi satu pengajaran kepada ketiga muridNya itu bahwa kemuliaan itu akan kalian terima tapi dengan satu jalan khusus yaitu jalan salih yang akan ditunjukkan langsung oleh Yesus yang dimulai dari taman Getzemani itu.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved