Renungan Katolik Hari Ini
Renungan Harian Katolik Jumat 9 Agustus 2024, Hukuman bagi Musuh
Mari simak renungan harian katolik Jumat 9 Agustus 2024.Tema renungan harian katolik yaitu Hukuman bagi Musuh.
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/MISA-Suasana-misa-Natal-di-Paroki-StTheresia-Mbata-Minggu-25-Desember-2022.jpg)
Dekatlah sudah hari bencana bagi orang-orang jahat,dan segera datanglah apa yang telah disediakan bagi mereka.Sebab Tuhan akan memberi keadilan kepada umat-Nya,dan akan merasa sayang akan hamba-hamba-Nya.
Lihatlah sekarang bahwa Akulah Tuhan.Tiada allah kecuali Aku.
Akulah yang mematikan, Aku pulalah yang menghidupkan.Aku telah meremukkan, tetapi Aku pulalah yang menyembuhkan.
Apabila Aku mengasah pedang-Ku yang berkilat-kilat,apabila tangan-Ku menjalankan penghukuman,maka Aku membalas dendam kepada lawan-Ku,dan mengadakan pembalasan kepada yang membenci Aku.
Bait Pengantar Injil Mat 5:10
Berbahagialah orang yang dikejar-kejar karena taat kepada Tuhan, sebab bagi merekalah Kerajaan Allah.
Bacaan Injil Mat 16:24-28
Setiap orang akan dibalas setimpal dengan perbuatannya.
Sekali peristiwa Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya,”Setiap orang yang mau mengikuti Aku, harus menyangkal diri, memikul salibnya, dan mengikuti Aku. Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, akan kehilangan nyawanya.
Tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya. Apa gunanya bagi seorang jika ia memperoleh seluruh dunia, tetapi kehilangan nyawanya? Apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?
Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya. Pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang setimpal dengan perbuatannya. Aku berkata kepadamu: Sungguh, di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat Anak Manusia datang sebagai Raja dalam Kerajaan-Nya.”
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.
Renungan Katolik
Nahum dengan lantang menyerukan kemurkaan Allah atas para musuh-Nya. Allah berhak murka karena Dia "cemburu" dengan umat manusia ciptaan-Nya. Ada dua alasan kecemburuan Allah, yaitu Allah tidak rela diri-Nya diduakan dan Dia tidak rela umat-Nya diperlakukan jahat! Oleh karena keadilan-Nya, Dia akan "membalas" para musuh sesuai kejahatan mereka. Namun, pada saat yang sama, la juga penuh kesabaran menantikan pertobatan sebelum hukuman dijatuhkan. Sampai hari ini, umat Tuhan menghadapi kebencian dan penindasan.