Kamis, 16 April 2026

Pilkada Manggarai Barat 2024

Pilkada Manggarai Barat Diprediksi Head to Head, Potensi Rawan Konflik

Eks Ketua Bawaslu Kabupaten Manggarai Barat periode 2018-2023, Simeon Sofian, memprediksi akan ada dua poros di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 202

Tayang:
Penulis: Berto Kalu | Editor: Ricko Wawo
zoom-inlihat foto Pilkada Manggarai Barat Diprediksi Head to Head, Potensi Rawan Konflik
TRIBUNFLORES.COM/BERTO KALU
Eks Ketua Bawaslu Kabupaten Manggarai Barat periode 2018-2023, Simeon Sofian, di acara sosialisasi Bawaslu. Sabtu 21 Agustus 2024. 

Laporan Reporter TRIBUN-FLORES.COM, Berto Kalu 

TRIBUN-FLORES.COM, LABUAN BAJO - Eks Ketua Bawaslu Kabupaten Manggarai Barat periode 2018-2023, Simeon Sofian, memprediksi akan ada dua poros di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Simeon meyakini kontestasi Pilkada menghasilkan dua pasangan calon atau head to head

Jika hanya dua pasangan calon (Paslon), Simeon memprediksi potensi kerawanan akan lebih tinggi, daripada daerah lain yang memiliki paslon lebih dari dua.

"Di sini (Manggarai Barat) mungkin head to head. Karena head to head maka potensi kerawanan akan tinggi, karena ada A dan b. Kalau bukan a ya b, kalau bukan b ya a," ujarnya saat memberikan materi dalam acara sosialisasi Pengawasan Pemilihan Serentak 2024 yang diselenggarakan Bawaslu Manggarai Barat, Sabtu 24 Agustus 2024.

Menurutnya, fanatisme pendukung di daerah yang head to head akan lebih tinggi dibandingkan daerah yang memiliki paslon lebih dari dua. Fanatisme yang tinggi bisa menyebabkan masyarakat lebih mudah tersulut jika terjadi konflik.

Baca juga: Kohtbah Uskup Agung Ende, Mgr Paul Budi Kleden saat Misa Pontifikal di Gereja Katedral Ende

 

 

Ia juga memprediksi akan ada terjadi pengerahan masa secara besar-besaran saat pendaftaran di Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 27-29 Agustus 2024 nanti. 

"Informasinya akan ada pengerahan masa besar-besaran memang wajar karena mungkin head to head. Maka saat pendaftaran ada perang psikologis," ungkap Simeon. 

Karena itu Simeon meminta Bawaslu melakukan antisipasi untuk mencegah terjadinya konflik horizontal dengan menggandeng tokoh-tokoh masyarakat dan tokoh agama guna meredam fanatisme pendukung yang berlebihan.


"Masyarakat perlu dilibatkan untuk mencegah terjadinya konflik dengan kita memahami aturan-aturan yang berkaitan dengan Pilkada, kita tidak sembarang berargumentasi di level akar rumput,"

"Misalnya bagaimana kampanye yang marak sekarang sudah terjadi di media sosial saling hujat. Itu menjadi tugas kita bersama, karena nanti konflik itu di akhir saat ditetapkan atau rekapitulasi akan ada mobilisasi penolakan terhadap hasil, apalagi misalnya kalau benar-benar dua paslon, tensi pilkada kita akan sangat tinggi," pungkasnya. 

Adapun calon bupati wakil bupati Manggarai Barat yang secara terang-terangan menyatakan maju di Pilkada Manggarai Barat yakni Edistasius Endi-Yulianus Weng. Pasangan petahana itu bertarung di Pilkada Manggarai Barat tahun 2024 untuk periode kedua.

Sejauh ini Edi Weng diusung Partai NasDem, PDI Perjuangan, PKS, PKB.

Paslon berikutnya Mario Pranda-Richard Sontani. Mario merupakan putra dari Fidelis Pranda, Bupati Manggarai Barat pertama. Paslon ini diusung Partai Demokrat dan Perindo. 

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

 
 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved