Talk Show LPK Musubu di Maumere
LPK Musubu Ajak Anak Maumere Kerja di Jepang, Dokter Clara: Manfaatkan Peluang, Jangan Takut
Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Musubu menggelar talk show bertempat di Aula Cherubim Center Hall Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Alok Timur, Sikka, NTT.
Laporan Reporter Magang TRIBUNFLORES.COM, Risna Ase
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Musubu menggelar talk show bertempat di Aula Cherubim Center Hall Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, Flores, Nusa tenggara Timur, Senin 16 September 2024.
Kegiatan ini diadakan dengan tema "Nakes NTT Goes to Japan".
Kegiatan ini dihadiri sejumlah mahasiswa dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Santa Elisabeth Keuskupan Maumere, Program studi Ilmu Kesehatan Universitas Nusa Nipa, siwa SMK Santo Thomas Maumere dan SMK Sint Gabriel Maumere.
Direktur rumah sakit TC Hillers Maumere, Dokter Clara Francis, mengatakan, menjadi perawat harus merubah midset dan harus memiliki pengalaman sehingga mendapatkan peluang kerja.
Baca juga: Lulusan Perawat Unipa Maumere Kerja di Jepang Berkat LPK Musubu, Fransiska Mukin: Kami Bangga
"Andai kami masih muda, pasti kami juga akan pergi. Maka ketika ada teman-teman perawat, kita harus dampingi mereka, bukan hanya di Maumere tetapi ketika mereka keluar negeri, bisa membawa nama NTT. Midset harus dirubah,"ujarnya.
Dokter Clara menambahkan, mahasiswa dan lulusan perawat saat ini tidak perlu khawatir alasannya karena begitu banyak peluang yang didapatkan. Bsa saja kerja di luar negeri dan mendapatkan gaji yang fantastis.
"Ambil peluang positif yaitu kita bisa bekerja dengan gaji yang lebih besar. Tidak usah khawatir dan tidak takut. Dunia sekarang jangan takut karena mudah. Jadi ini peluang yang bagus, ini luar biasa. Kita bisa mendapatkan pekerjaan, jalan-jalan keluar negeri, pengalaman baru dengan gaji yang besar," ujarnya.
Dokter Clara mengatakan tentu yang paling penting adalah soal etika. Menghargai orang dan memiliki attitude yang baik.
"Yang tidak hilang di jepang adalah nilai. Sopan santun dan etika itu tidak hilang. Kita bisa pintar, kita bisa pandai, teknologi bisa maju, yang tidak bisa hilang adalah nilai. Yang tidak bisa hilang adalah nilai, dimana pun kita berada yang tidak bisa hilang adalah nilai"imbuhnya.
Sulit Kerja
Sementara, Wakil Dekan I Fakultas Kesehatan Universitas Nusa Nipa (Unipa), Fransiska Aloysia Mukin, S.Kep., Ns., M.Kep, menyebutkan ada beberapa kendala lulusan sulit bekerja di luar negeri.
Menurut, dosen yang akrab disapa Elsa ini, hal-hal yang menjadi kendala diantarnya, bahasa, keuangan, dukungan dari orangtua dan juga lingkungan sekitar.
Kata Elsa, orangtua tidak mendapatkan informasi secara utuh tentang bagaimana cara agar bisa bekerja di luar negeri. Sehingga mereka melarang anak-anak mereka untuk bekerja di luar negeri.
"Mungkin karena kurangnya edukasi kepada orangtua atau orangtua sering mendengarkan berita negatif tentang kerja di luar negeri, sehingga mereka larang anak-anak mereka ke luar negeri. Sehingga kita saat sosialisasi wajib hadirkan orangtua supaya mereka tahun secara detail dan rinci jika ingin anak mereka kerja di luar negeri,"ujar Elsa saat talk show bertajuk Nakes Goes To Japan yang digelar LPK Musubu di Aula Kherubim Convention Hall, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Alok, Sikka, NTT, Senin 16 September 2024.
Elsa yang merupakan dosen mata kuliah pendidikan karakter ini menyebutkan lulusan harus belajar karakteristik dan cara beradaptasi untuk bekerja di Jepang.
"Saya sebagai dosen pendidikan karakter terkhususnya di fakultas ilmu kesehatan mengajarkan mahasiswa mengenai cara berinteraksi di Jepang melalui video- video meskipun saya juga belum pernah ke Jepang,"ujarnya.
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.