Senin, 27 April 2026

Renungan Katolik

Renungan Harian Katolik Kamis 19 September 2024, Berbuat Kasih

Mari simak renungan harian Katolik Kamis 19 September 2024.Tema renungan harian Katolik berbuat kasih.

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Renungan Harian Katolik Kamis 19 September 2024, Berbuat Kasih
TRIBUNFLORES.COM / HO-ARJAN
Gereja Katolik Yesus Kerahiman Ilahi, Aeramo di Kabupaten Nagekeo.Mari simak renungan harian Katolik Kamis 19 September 2024.Tema renungan harian Katolik berbuat kasih. 

Injil hari ini, Respons kasih karena pengampunan
Suatu kehormatan dapat mengundang Yesus ke perjamuan makan di rumah sendiri. Itu yang dirasakan Simon, si Farisi ketika Yesus menerima undangannya. Namun kebahagiaan itu serasa berkurang saat seorang perempuan yang terkenal dengan reputasi kurang baik menerobos masuk ke rumahnya untuk mengurapi kaki Yesus, dengan air mata dan minyak wangi, serta melapnya dengan rambutnya.

Tanggapan Simon, jelas kurang suka. Kurang suka kepada perempuan yang dianggap mengacau pesta perjamuannya. Kurang suka kepada Yesus karena sebagai Guru agama yang saleh, Ia tak pantas membiarkan perempuan berdosa menjamah dan menajiskan diri-Nya (39).

Yesus menanggapi reaksi Simon tersebut dengan dua hal. Pertama, dengan perumpamaan dua orang yang berhutang (41-42). Orang yang berhutang kecil, rasa syukurnya pun kecil ketika hutangnya dihapus.

Mungkin saja dengan sombong ia akan berkata, “Sebenarnya hutang sekecil itu bisa kubayar asal diberi sedikit waktu lagi.” Kedua, dengan membandingkan sikap penyambutan Simon terhadap diri-Nya dengan yang dilakukan perempuan berdosa itu (44-46).

Jelas Simon belum mengalami anugerah pengampunan Allah sehingga sambutannya pada Yesus sekadar formalitas, sangat mungkin untuk menyombongkan kesalehannya. Sebaliknya, sikap perempuan itu menunjukkan penyesalannya terhadap dosa, dan berpaling pada Yesus untuk pengampunan. Yesus mengampuni perempuan itu (47-48)!

Hanya orang yang sudah mengalami anugerah Allah mampu menanggapi Allah dengan syukur yang keluar dari hati yang tulus. Syukur yang tulus tidak mempedulikan gunjingan orang lain karena dirinya terbuka di hadapan Allah apa adanya.

Oleh karena itu, mari kita memeriksa diri jangan-jangan kita hanya berpenampilan Kristen, tetapi anugerah-Nya belum mengubah hati kita

Hal yang harus kita pegang: Ketulusan syukur kita terungkap lewat hal-hal kecil yang disaksikan oleh orang lain!

Doa Penutup
Tuhan Yesus, Engkau mengasihi jiwaku dan memberikan “hidup baru” kepadaku. Aku sungguh mengasihi Engkau, ya Tuhan!

Oleh Roh Kudus-Mu, aku menjadi bebas untuk hidup dalam damai-sejahtera dan kasih yang dipenuhi dengan sukacita. Terima kasih, Tuhan Yesus. Amin. (sumber the katolik.com) (gg).

Berita TRIBUNFLORE.COM Lainnya di Google News

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved