Senin, 11 Mei 2026

Kekeringan di Sikka

Kekeringan Melanda Kabupaten Sikka, Petani Terancam Gagal Panen 

Dampak musim kemarau, merusak  tanaman holtikultura di kabupaten Sikka, NTT sehingga menyebabkan petani terancam gagal panen.

Tayang:
Penulis: Arnol Welianto | Editor: Ricko Wawo
zoom-inlihat foto Kekeringan Melanda Kabupaten Sikka, Petani Terancam Gagal Panen 
TRIBUNFLORES.COM/ARNOL WELIANTO
Petani Holtikultura di Kabupaten Sikka, NTT sedang membersihkan tanaman cabai, Kamis 26 September 2024. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Arnold Welianto 

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE-Kekeringan mulai melanda wilayah Kabupaten Sikka. Tanaman holtikultura di Kabupaten Sikka, NTT mulai rusak. Petani terancam gagal panen.

Hal ini terlihat pada tanaman holtikultura cabe besar milik petani Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok, Kabupeten Sikka yang mengalami kekeringan pada daun dan buah akibat musim kemarau.

Tanaman cabe besar seluas lima hektar ini layu dan mengering pada daun dan buah yang sudah siap panen.

Para petani hanya bisa membersihkan rumput yang berada di tanaman cabe dan juga memetik buah cabe besar yang rusak dan kering serta mencabut tanaman cabe besar yang sudah mati akibat panas.

Simon, salah satu petani holtikultura mengakui, tanaman cabe besar miliknya rusak akibat kekurangan air di musim kemarau ini.

Akibat kemarau ini tanaman cabe milik petani  mengalami kekeringan pada bagian daun dan buah, sehingga penghasilan pun sangat sedikit dan bisa mengakibatkan terancam gagal panen.

"Daun dan buahnya kering, mungkin kekurangan air, buahnya banyak yang rusak," ujar Simon Kamis 26 September 2024

Para petani berharap pemerintah bisa memperhatikan kondisi petani disaat musim kemarau ini dengan memberikan bantuan berupa pupuk.

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News


 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved