Berita Sikka
Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka Gencar Lakukan Active Case Finding Tuberkulosis
Kegiatan tersebut bertempat di Pustu Wolomarang, Selasa, 1 Oktober 2024. Pada momen itu juga dilakukan skrining Tuberkulosis
Penulis: Nofri Fuka | Editor: Hilarius Ninu
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Pustu-Wolomarang-AFC.jpg)
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Nofri Fuka
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sikka melalui Puskesmas Wolomarang melaksanakan Active Case Finding (ACF) Tuberkulosis dengan mengundang lebih dari 100 suspek yang berkontak erat dengan pasien Tuberkulosis.
Kegiatan tersebut bertempat di Pustu Wolomarang, Selasa, 1 Oktober 2024. Pada momen itu juga dilakukan skrining Tuberkulosis melalui Portabel X-Ray.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus menjelaskan bahwa Kabupaten Sikka menjadi salah satu Kabupaten yang dipilih untuk Kegiatan AFC (Active Case Finding) dengan Mobile Portable X-Ray sebagai bagian dari Upaya Peningkatan Cakupan Penemuan TBC di Kabupaten Sikka.
Pertrus Herlemus mengaku bahwa Kabupaten Sikka masih bergelut dengan 3 penyakit menular yakni HIV, TBC dan Malaria.
Baca juga: Puskesmas Wolomarang Raih Penghargaan Pelayanan Publik dari Ombudsman RI
"Kabupaten Sikka ini masih bergelut dengan HIV, TBC, dan Malaria. Namun satu yang saya mau katakan bahwa TBC bukan penyakit yang matikan, karena TBC bisa dicegah, bisa ditemukan dan bisa diobati, tergantung disiplin kita," ujar Herlemus.
Sementara itu, ketua pelaksana kegiatan, Simon Kleden dalam wawancara terpisah membeberkan beberapa kabupaten yang menjadi target bagi team ACF Provinsi. Salah satunya, Kabupaten Sikka.
Penanggung Jawab untuk Pelaksanaan Skrining Active Penemuan Kasus TB di Masyarakat itu menjelaskan pihaknya saat berada di Kabupaten Sikka pihaknya menemukan 800 kasus orang yang terduga TB.
Pihaknya juga bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Sikka. "Sehingga dinkes dapat menentukan titik-titik atau lokasi mana berdasarkan banyaknya kasus TB di lokasi tersebut, " terangnya.
Baca juga: Tim Pendamping TB RO Kementerian Kesehatan RI Kunjungi Puskesmas Wolomarang di Sikka
Skrining menurut Simon, menggabungkan dua hal, yang pertama skrining gejala. Yang kedua, skring menggunakan alat X-Ray.
"Orang kita katakan dia terduga kalau skrining gejala positif dan Screening X-Ray positif. Dari hasil ini baru dilanjutkan ke dokter untuk pengobatan, " ucap Simon.
Alat X-Ray yang digunakan dibanderol dengan harga fantastis. Perbiji 14 Miliar. Di NTT hanya 2 biji. Alat ini bantuan dari Pemerintah Uni Emirat Arab.
Sehingga Simon berharap dapat menemukan orang yang terduga TB lebih dini agar lebih mudah untuk dilakukan pengobatan selanjutnya.
"Hal ini untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan Nasional yaitu Sikka Bebas TB, " tandasnya.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Wolomarang, Maria Apriana Nona Pehan menghimbau masyarakat agar tidak cemas. "Untuk pemeriksaan akan sesuai dengan prosedur, " ungkapnya.
Ia menyampaikan terimakasih kepada Dinas Kesehatan Provinsi NTT atas dukungan yang diberikan terhadap kegiatan ini.
Untuk diketahui anggaran kegiatan ini juga bersumber dari Pemerintah Uni Emirat Arab melalui Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Maria Apriana juga berterimakasih kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus yang hari ini berkesempatan hadir memberikan dukungan kepada Puskesmas Wolomarang, Kecamatan Alok Barat.
"Hari ini kita menghadirkan 120 sasaran. Wolomarang itu ada 45 sasaran. Wailiti 17 sasaran, Hewuli 29 Sasaran dan Wuring 21 Sasaran, " tuturnya.
Ia juga mengucapkan terimakasih kepada Camat Alok Barat yang sangat luar biasa, bersama para lurah, tokoh masyarakat, RT/RW memberikan dukungan sehingga hari ini semua bisa hadir.
Untuk diketahui, kegiatan tersebut berjalan dengan sangat lancar dari awal hingga akhir.
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.