Kamis, 23 April 2026

Kekeringan di Sikka

Antisipasi Kemarau, PJ Bupati Sikka Minta Pemdes Segera Laporkan Kondisi Daerah Masing-masing

“Cuaca akhir-akhir ini sangat panas bahkan suhu mencapai 34 derajat. Saya meminta para kepala desa atau lurah untuk segera melapor

Tayang:
Editor: Hilarius Ninu
zoom-inlihat foto Antisipasi Kemarau, PJ Bupati Sikka Minta Pemdes Segera Laporkan Kondisi Daerah Masing-masing
TRIBUNFLORES.COM/HO-IST
SAMBUTAN - Penjabat Bupati Sikka, Adrianus Firminus Parera saat memberikan sambutan di acara HUT ke-10 SDN Napunglangir, 12 Oktober 2024. 

Laporan Reporter Magang TRIBUNFLORES.COM, Ernestina Jesica Toji 

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE – Musim kemarau panjang mulai melanda wilayah Kabupaten Sikka akhir-akhir ini. Kondisi ini menyebabkan beberapa desa mengalami kekeringan dan kelangkaan air bersih.

Melihat kondisi yang terjadi, Penjabat Bupati Sikka, Adrianus Firminus Parera, menghimbau kepada para aparat pemerintah desa untuk segera melaporkan kondisi di desa masing-masing. 

“Cuaca akhir-akhir ini sangat panas bahkan suhu mencapai 34 derajat. Saya meminta para kepala desa atau lurah untuk segera melapor sesuai prosedur yang ada agar bisa mendapatkan bantuan, “ ujarnya saat memberikan sambutan dalam peresmian gedung baru SDN Napunglangir sabtu, 12 Oktober 2024. 

Pantauan TRIBUNFLORES.COM di lapangan, salah satu daerah yang mengalami kekeringan parah yakni Dusun Denak, Desa Tua Nao, Kecamatan Waiblama. 

 

Baca juga: Satu Dekade SDN Napunglangir, PJ Bupati: Sekolah Ini Dana Pembangunannya Tertinggi di Sikka

 

 

Di daerah itu, para warga harus berjalan kaki menempuh jarak sejauh 3 Kilometer untuk mengambil air bersih di sungai. 

Salah satu warga Desa Tua Nao, Yuliana Lodan menceritakan mereka kesulitan air bersih karena badai musim kemarau yang berkepanjangan. 

"Bendungan Napun Gete belum mengalir sampai saat ini, katanya tidak bisa sampai di Desa Tua Bao ini. Saat ini kami kesulitan air bersih," ujarnya saat ditemui TRIBUNFLORES.COM, siang itu, Sabtu 5 Oktober 2024 lalu.

Yuliana berharap pemerintah bisa memberikan bantuan berupa bak penampung sehingga para warga bisa menampung air dalam jumlah banyak. 

"Kalaupun ada orang yang bantu kami, bantu kami bak saja satu unit tiap rumah, supaya kami bisa beli air, beli tangki," imbuhnya.

Tak hanya di Tua Nao, di daerah Magepanda pun demikian. 

Musim kemarau yang berkepanjangan menyebabkan warga berjibaku mencari air bersih di kali maupun melalui pengeboran.

Hal ini wajib dilakukan untuk menyelamatkan tanaman padi, ternak maupun juga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved