Krisis Air Bersih di Ende
Warga Kobaleba Krisis Air Bersih, Fraksi Golkar DPRD Ende Minta Pemda Segera Tangani
Musim kemarau berkepanjangan melanda sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT) termasuk Kabupaten Ende.
Penulis: Albert Aquinaldo | Editor: Gordy Donovan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/BERI-KETERANGAN-Ketua-Fraksi-Golkar-Kabupaten-Ende-Megy-Sigasare.jpg)
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Albert Aquinaldo
TRIBUNFLORES.COM, ENDE - Musim kemarau berkepanjangan melanda sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT) termasuk Kabupaten Ende.
Akibatnya, membawa dampak nyata bagi masyarakat Desa Kobaleba, Kecamatan Maukaro, Kabupaten Ende.
Di tengah kemarau panjang, ratusan warga di desa pesisir utara ini kini terpaksa bergantung pada satu-satunya sumur yang masih tersisa di Dusun Ratewegu.
Namun, sumur tersebut kini mulai menunjukkan tanda-tanda kekeringan, memaksa warga berebut setiap tetes air yang tersedia.
Baca juga: Dampak Kekeringan, 2 Sumur di Desa Kobaleba Ende Kering, Warga Susah Dapatkan Air Bersih
Dari tiga sumur yang dulu menjadi andalan, dua di antaranya telah benar-benar mengering.
Warga di Dusun Ratewegu dan Anarepi hanya punya satu pilihan sumur di Ratewegu. Debit airnya yang terus menurun setiap harinya telah memicu kekhawatiran, dengan warga bersiap menghadapi krisis air bersih yang semakin mendesak.
Ketua Fraksi Golkar Kabupaten Ende, Megy Sigasare, mengungkapkan keprihatinan mendalam terhadap situasi ini.
Dalam tanggapannya, ia menegaskan kekeringan adalah bencana yang berdampak luas dan memerlukan penanganan segera dari pemerintah daerah.
“Kekeringan adalah salah satu bencana yang paling menghancurkan, terutama di wilayah seperti Kobaleba yang mengandalkan sumber air terbatas. Jika tidak segera ditangani, dampaknya akan meluas, mengganggu kehidupan sehari-hari, pertanian, dan perekonomian lokal,"ujar Megy Sigasare, Rabu, 16 Oktober 2024 malam melalui pesan WhatsApp.
Megy juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam mengatasi krisis ini.
"Kerja sama yang solid sangat dibutuhkan untuk menghadapi tantangan tahunan seperti kekeringan ini. Kami di Fraksi Golkar akan mendorong pembahasan mendalam terkait penanganan jangka pendek dan jangka panjang untuk mengantisipasi musim kering yang berkelanjutan," tegasnya.
Baca juga: 65 KK di Tuabao Sikka Krisis Air, PJ Kades Sebut Pemda Harus Salurkan Air dari Bendungan Napu Gete
Tindakan Konkret Diperlukan
Dalam waktu dekat, Fraksi Golkar akan memperjuangkan solusi nyata, termasuk penyediaan akses air bersih yang lebih baik bagi warga.