Berita Lembata
Kelas Demokrasi Nimo Tafa Institute: Sebuah Upaya Mengaktifkan Rasionalitas Publik di Lembata
Dalam program Kelas Demokrasi, Nimo Tafa Institute berupaya menghadirkan dosen, peneliti, akademisi, dan praktisi di bidang sosial, budaya, dan politi
TRIBUNFLORES.COM, LEWOLEBA-Kelas Demokrasi adalah salah satu platform yang dikelola dan diasuh secara rutin oleh Nimo Tafa Institute, sebuah Lembaga riset yang fokus pada kajian sosial, budaya dan politik di Lembata.
Dalam program Kelas Demokrasi, Nimo Tafa Institute berupaya menghadirkan dosen, peneliti, akademisi, dan praktisi di pelbagai bidang untuk menjadi pengajar bagi warga Lembata yang tertarik dengan isu-isu yang ditawarkan.
Sekretaris Nimo Tafa Institute, Andri Atagoran, berujar sejauh ini Nimo Tafa sudah membuka empat edisi Kelas Demokrasi.
Kelas terakhir berlangsung pada Jumat, 18 Oktober 2024 di Aula Perpustakaan Daerah Gorys Keraf, Lewoleba yang menghadirkan dosen Filsafat dan Etika Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta, Erik Langobelen.
Erik yang juga pendiri Tena Pulo Research itu mengulas tema, "Arsitektur Pembangunan Dalam Lanskap Politik di Lembata."
Baca juga: Kelas Demokrasi Nimo Tafa Institute, Erik Langobelen: Otda Lembata Kontras Dengan Kewenangan Pemda
"Kelas Demokrasi ini terbuka untuk umum dan untuk semua kalangan. Tidak dipungut biaya atau gratis. Kami juga sediakan snack dan kopi supaya para peserta bisa lebih nyaman dan santai dalam mengikuti kelas," kata Andri, Minggu, 20 Oktober 2024.
Nimo Tafa Institute, kata Andri, ingin membuka ruang kelas yang egaliter dan kritis bagi warga Lembata yang ingin menyerap ilmu dan bertukar pengetahuan tentang isu-isu sosial, budaya, dan politik.
"Kami mau mengaktifkan kembali rasionalitas publik," kata jurnalis senior di Lembata ini.
Dia menyebutkan di tengah hiruk pikuk perdebatan di dunia maya dan fenomena 'tsunami' informasi karena pesatnya perkembangan teknologi digital, publik di Lembata perlu Kembali 'menarik diri' dan membaca ulang-ulang fenomena-fenomena sosial di tengah masyarakat dengan pendekatan akademis-praktis.
Nimo Tafa Institute menganggap pola "ruang kelas" cukup efektif dan efisien membantu warga yang ingin menyerap ilmu, bertukar pengetahuan dan berbagi informasi tentang masalah-masalah publik.
Baca juga: Nimo Tafa Institute Bedah Buku "1965", Novel yang Melihat Genosida dari Pinggir
"Dari empat edisi kelas ini, kami lihat peserta cukup antusias mengikuti diskusi-diskusi yang disajikan," ungkapnya.
Anggota Nimo Tafa Institute Soman Labaona, menambahkan, platform lain yang dikelola rutin oleh lembaga ini adalah Diskusi Buku dan Talkshow.
Menurut dia, ketiga program ini dikelola secara swadaya dengan semangat gotong royong antar anggota.
"Kami selalu melakukan evaluasi dan inovasi supaya program-program yang kami tawarkan bisa diterima," ujarnya.
Dia juga berterima kasih kepada warga Lembata yang sudah mengikuti dengan setia program-program Nimo Tafa Institute.
Soman berharap semakin banyak lagi warga di Lembata yang bisa bergabung mengikuti program-program yang Nimo Tafa Institute tawarkan.
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News
talkshow nimo tafa institute
Kelas Demokrasi Nimo Tafa Institute
Nimo Tafa Institute
Soman Labaona
Andri Atagoran
Tribun Flores.com
| Injil Katolik Senin 21 Oktober 2024 Lengkap Mazmur Tanggapan |
|
|---|
| Bacaan-bacaan Liturgi Senin 21 Oktober 2024, Pesta Fakultatif St Hilarion dari Gaza, Abbas |
|
|---|
| Bacaan Injil Katolik Senin 21 Oktober 2024 Lengkap Renungan Harian Katolik |
|
|---|
| Kalender Liturgi Katolik Senin 21 Oktober 2024, Hari Biasa Pekan XXIX |
|
|---|
| Kelas Demokrasi Nimo Tafa Institute, Erik Langobelen: Otda Lembata Kontras Dengan Kewenangan Pemda |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/tafa-nimox.jpg)