Berita Flores Timur
Aksi 7 Percepat Penurunan Stunting di Kabupaten Flores Timur
"Hasil pengukuran tinggi badan anak di bawah lima tahun serta publikasi angka stunting digunakan untuk memperkuat komitmen
Penulis: Nofri Fuka | Editor: Nofri Fuka
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Rakor-Stunting-di-Flotimm.jpg)
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Nofri Fuka
TRIBUNFLORES.COM, LARANTUKA - Pemerintah Kabupaten Flores Timur menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) pelaksanaan kegiatan pengukuran dan publikasi data stunting (aksi 7) dalam rangka percepatan penurunan stunting di Kabupaten Flores Timur, 19 November 2024.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Flores Timur, Anselmus Yohanes Maryanto, S.Sos kepada TRIBUNFLORES.COM menyampaikan pengukuran dan publikasi angka stunting merupakan upaya Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota untuk memperoleh data prevalensi stunting terkini pada skala layanan puskesmas kecamatan dan desa.
"Hasil pengukuran tinggi badan anak di bawah lima tahun serta publikasi angka stunting digunakan untuk memperkuat komitmen pemerintah daerah dan masyarakat dalam gerakan bersama bagi upaya percepatan penurunan stunting," tegasnya melalui pesan tertulis.
Ia melanjutkan, tata cara pemantauan pertumbuhan anak tetap berpedoman pada regulasi Kementrian Kesehatan atau kebijakan lainnya yang berlaku.
Baca juga: Aksi Heroik Anggota Polres Sikka dan Nakes Flotim Selamatkan Bumil Pengungsi Lewotobi
Adapun tujuan Pengukuran dan Publikasi angka Stunting adalah Mengetahui status gizi anak sesuai umur, sehingga Kabupaten/Kota mampu, Mengukur prevalensi stunting di Tingkat desa, kecamatan dan kabupaten/kota secara berkala yang dilaporkan secara berjenjang mulai dari Posyandu ke Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan menjadi Penyedia data sekunder bagi tim audit dalam pelaksanaan identifikasi faktor resiko yang telah ditetapkan dalam pedoman pelaksanaan Audit Kasus Stunting sesuai dengan amanat RAN PASTI.
"Pengukuran dan publikasi stunting diharapkan dapat tersusunnya laporan kemajuan dan keberhasilan pelaksanaan percepatan penurunan stunting maupun diperolehnya umpan balik untuk kemajuan pelaksanaan percepatan penurunan stunting serta terkumpulnya data jumlah kasus stunting yang ada di suatu wilayah," tutupnya.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Flores Timur, Apolonia, SE, M.Si dalam pemaparan materinya menekankan soal optimalisasi pemanfaatan data stunting dalam perencanaan pembangunan.
Kata dia, data berperan dalam siklus perencanaan, pengenadalian dan evaluasi pembanguna daerah.
Ia menambahkan data stunting sangatlah penting karean berperan dalam percepatan penanganan stunting dan lain-lain.
Selain itu, diperlukan juga data stunting yang berkualitas.
Menurut Apolonia, ada beberapa factor yang mempengaruhi validitas dan kualitas stunting diantaranya; populasi data sasaran yang diukur, penggunaan alat ukur yang terstandar, SDM pengukur dan penacatatan maupun pelaporan.
Ia menambahkan untuk melaksanakan semua ini dibutuhkan komitmen dari semua pihak.
Untuk diketahui, peserta dalam kegiatan ini sebanyak 113 orang, yang terdiri dari Anggota Tim Percepatan Penurunan Stunting, Para Tokoh Agama, LSM /NGO, IKTL Waibalun, IBI Cabang Flores Timur, Persagi Flores Timur, Camat, Kapus Koordinator.
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News
Berita Flores Timur terkini
Aksi 7 Percepat Penurunan Stunting
Pengukuran dan Publikasi angka Stunting
Anselmus Yohanes Maryanto S.Sos
TribunFlores.com terkini
| Unika St Paulus Ruteng Salurkan Bantuan Bagi Korban Erupsi Gunung Lewotobi di Flores Timur |
|
|---|
| Momen Kapolri Semangati Lansia yang Sakit di Posko Pengungsian Lewolaga Flores Timur |
|
|---|
| Kapolri Pastikan Kebutuhan Pengungsi Erupsi Gunung Lewotobi di Flores Timur NTT Terpenuhi |
|
|---|
| Kapolri Kunjungi Pengungsi Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur NTT |
|
|---|
| 24 Warga Flores Timur Mengungsi di Mego Dapat Bantuan dari Polres Sikka |
|
|---|