Surat Gembala Uskup Maumere
Surat Gembala Uskup Keuskupan Maumere Adven 2024 Angkat Tema Perdagangan Manusia
Dengan demikian, pada hari-hari mempersiapkan kedatangan-Nya, kita diingatkan kembali bahwa Allah memberikan perhatian yang istimewa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/KOTBAH-USKUP-MAUMERE.jpg)
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE-Berikut ini Surat Gembala Uskup Keuskupan Maumere pada masa
Adven 2024.
Para imam, biarawan/wati, saudara/i, umat beriman yang terkasih, Kini kita telah berada pada tahun liturgi baru dengan memasuki masa adven untuk mempersiapkan diri menyambut Kristus Sang Terang Sejati melalui
peristiwa Inkarnasi, di mana Ia lahir ke dunia dalam rupa manusia. Ia lahir di tengah keluarga. Keluarga
menjadi tempat pertama kehadiran Sang Almasih.
Dengan demikian, pada hari-hari mempersiapkan kedatangan-Nya, kita diingatkan kembali bahwa Allah memberikan perhatian yang istimewa kepada keluarga. Di dalam keluarga, Ia hadir. Melalui keluarga, Ia datang.
Dari dan untuk keluarga, Ia berkarya. St. Paulus dalam suratnya kepada Jemaat di Filipi 2 (Fil 2:5-8) menjelaskan, Yesus yang sehakekat dengan Allah keluar dari kepenuhan keilahian-Nya, mengosongkan diri-Nya dan menjadi sama seperti manusia. Dia mengambil rupa seorang manusia, dan merendahkan diri-Nya untuk masuk dan terlibat dengan konteks kehidupan manusia, turut merasakan penderitaan dan bahkan sampai mengalami kematian. Melalui peristiwa inkarnasi, Allah bergerak keluar untuk masuk dan terlibat dalam pengalaman manusia.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Senin 2 November 2024, Berdoalah Secara Sungguh-sungguh
Evangeli Gaudium artikel 24 menyatakan bahwa: “Gereja yang “bergerak keluar” adalah komunitas
para murid yang diutus yang mengambil langkah pertama, yang terlibat dan mendukung, yang
berbuah dan bersukacita. Sebuah komunitas yang mewartakan Injil mengetahui bahwa Tuhan telah
mengambil prakarsa, Dia telah terlebih dahulu mengasihi kita (bdk. 1Yoh. 4:19), sehingga kita
dapat bergerak maju, berani mengambil prakarsa keluar kepada yang lain, mencari mereka yang telah
menjauh; berdiri di persimpangan-persimpangan jalan dan menyambut yang tersingkir. Komunitas
semacam itu tak pernah kehabisan semangat untuk menunjukkan kemurahan hati, buah dari
pengalamannya sendiri akan kekuatan belas kasih Bapa yang tanpa batas.