BPJS Kesehatan Ende
Mobile JKN, Kemudahan Akses Layanan Kesehatan dalam Genggaman Tangan
Salah satu fitur unggulan Mobile JKN adalah pengambilan antrian online di fasilitas kesehatan, baik di puskesmas maupun rumah sakit.
Penulis: Albert Aquinaldo | Editor: Gordy Donovan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/STAF-IT-Sri-Wahyuni-Kartika-24-staf-IT-RSUD-Komodo-Labuan-Bajo-NTT.jpg)
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Albert Aquinaldo
TRIBUNFLORES.COM, ENDE - BPJS Kesehatan menghadirkan solusi cerdas bagi peserta JKN melalui Mobile JKN, aplikasi berbasis digital yang memungkinkan peserta mengakses berbagai layanan kesehatan dengan mudah, tanpa perlu datang langsung ke kantor BPJS.
Inovasi ini memberikan kenyamanan lebih bagi peserta JKN untuk mengatur kepesertaan, memperoleh informasi, hingga melakukan administrasi kesehatan hanya melalui ponsel.
Salah satu fitur unggulan Mobile JKN adalah pengambilan antrian online di fasilitas kesehatan, baik di puskesmas maupun rumah sakit.
Dengan aplikasi ini, peserta bisa mengecek status kepesertaan, melakukan perubahan data, dan mengakses kartu digital hanya dalam beberapa langkah.
Baca juga: Alfonsa Pia Bersyukur, Pengobatan DBD Anak Terjamin Berkat Program JKN
Aplikasi ini menjadi solusi efisien yang mengurangi waktu antrian dan mempermudah akses layanan kesehatan bagi masyarakat.
Sri Wahyuni Kartika (24), staf IT RSUD Komodo Labuan Bajo, mengungkapkan pengalamannya sebagai petugas Mobile JKN di rumah sakit tersebut. Wahyuni bertugas mengedukasi peserta tentang penggunaan aplikasi ini, yang awalnya dianggap rumit oleh sebagian orang.
“Saya ditugaskan untuk membantu peserta memahami cara pendaftaran dan fitur-fitur yang ada di aplikasi Mobile JKN. Awalnya banyak peserta yang merasa aplikasi ini rumit, tapi setelah mereka mencobanya, mereka merasa sangat terbantu karena bisa mengecek kepesertaan dan informasi lainnya dengan mudah,” ujar Wahyuni, yang ditemui pada Senin, 2 Desember 2024.
Salah satu fitur yang paling sering digunakan oleh peserta adalah antrian online. Meskipun sempat ada kebingungan di awal, peserta kini lebih sering memanfaatkan fitur ini, terutama saat melakukan kontrol atau pengobatan di rumah sakit.
"Beberapa peserta awalnya berpikir antrian ini mencakup seluruh proses, mulai dari administrasi hingga pemeriksaan medis. Setelah saya jelaskan, mereka merasa puas dan semakin sering menggunakan fitur ini," tambah Wahyuni.
Keberhasilan edukasi yang dilakukan Wahyuni terbukti dengan meningkatnya penggunaan Mobile JKN, terutama untuk pengambilan antrian online.
Ia berharap, ke depannya, BPJS Kesehatan terus mengembangkan aplikasi ini agar semakin banyak inovasi yang memudahkan akses layanan kesehatan bagi peserta.
“Mobile JKN sangat bermanfaat dan membantu banyak orang. Saya berharap aplikasi ini terus berkembang dengan penambahan fitur baru yang dapat memudahkan peserta. Semoga semakin banyak inovasi yang dapat membuat akses layanan kesehatan lebih mudah,” harap Wahyuni.
Dengan hadirnya Mobile JKN, peserta JKN kini bisa mengakses layanan kesehatan secara praktis dan efisien, menjadikan program JKN semakin terjangkau dan bermanfaat untuk masyarakat Indonesia.
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News