Santu dan Santa

Peringatan Santo dan Santa Pelindung Hari Ini Sabtu 21 Desember 2024

Mari simak Peringatan Santo-Santa Pelindung hari ini Sabtu 21 Desember 2024.Hari Sabtu pesta fakultatif Santo Petrus Kanisius, Pengaku Iman dan Pujang

Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
TRIBUNFLORES.COM/MARIA MANGKUNG
Misa Harian, Lektor sedang membacakan bacaan suci.  Mari simak Peringatan Santo-Santa Pelindung hari ini Sabtu 21 Desember 2024. Hari Sabtu pesta fakultatif Santo Petrus Kanisius, Pengaku Iman dan Pujangga Gereja. 

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak Peringatan Santo-Santa Pelindung hari ini Sabtu 21 Desember 2024.

Hari Sabtu pesta fakultatif Santo Petrus Kanisius, Pengaku Iman dan Pujangga Gereja.

Tidak banyak orang dianugerahi karisma yang begitu besar seperti Petrus Kanisius. 

Karismanya terletak pada pandangannya yang meluncur jauh ke depan, menguak dan menyingkapkan kebutuhan zaman dan Gereja sepanjang masa terutama di bidang pendidikan dan penerbitan.

Baca juga: Teks Misa Hari Raya Natal Rabu 25 Desember 2024 Lengkap Injil Katolik

 

Ia lahir di Nijmegen, negeri Belanda pada tanggal 8 Mei 1521. 

Pada waktu itu Nijmegen merupakan bagian dari Keuskupan Agung Koln yang masih di bawah pengawasan Jerman. 

Petrus adalah putera sulung bapak Yakob Kanis, pengasuh putera-puteri bangsawan Lorranine dan walikota Nijmegen. 

Karena kecerdasan otaknya maka sudah sejak umur 15 tahun ia belajar di Universitas Koln. Pada umur 19 tahun, ia masuk Serikat Yesus. 

Semasa hidupnya ia menyaksikan pergolakan hebat di dalam Gereja, yaitu perpecahan di antara umat Kristen yang disebabkan Protestantisme.

Kesucian dan kariernya sangat kuat dipengaruhi oleh Petrus Faber dan Ignasius Loyola. Ia. bertemu dengan Petrus Faber dalam sebuah retret. 

Sedangkan pengaruh dari Ignasius Loyola didapatnya karena selama 6 bulan di Roma, dia tinggal bersama Ignasius. Ia ikut ambil bagian dalam mendirikan rumah biara Yesuit di Koln, tempat ia menjalani masa novisiatnya.

Pada tahun 1546 ia ditahbiskan imam. Dalam waktu singkat ia segera terkenal sebagai seorang pengkotbah ulung. Pada waktu Konsili Trente, ia terpilih sebagai peserta dari kalangan ahli teologi.

Pada tahun 1548 ia mengajar retorika di sebuah kolese Yesuit di Messina; dari Messina ia pindah ke Winna untuk tugas yang sama. Lewat kotbah dan pengajaran agamanya yang mengagumkan, ia menanamkan pengaruhnya yang sangat besar di semua kalangan, sehingga membuat iri pihak protestan. 

Ia mengatakan bahwa cara terbaik untuk menyebarkan iman ialah dengan doa dan kerja keras bukan dengan mencemoohi agama lain. Tiga kali ia ditawari jabatan uskup oleh raja tetapi ia menolaknya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved