Berita Manggarai Barat
Ribuan Balita di Manggarai Barat Masih Alami Stunting
Kasus gangguan pertumbuhan pada anak atau stunting di Kabupaten Manggarai Barat mencapai 11,6 persen atau sekitar 2.475 balita, per November 2024. Wa
Penulis: Berto Kalu | Editor: Ricko Wawo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/KASUS-TENGKES.jpg)
Laporan Reporter TRIBUN-FLORES.COM, Berto Kalu
TRIBUN-FLORES.COM, LABUAN BAJO - Kasus gangguan pertumbuhan pada anak atau stunting di Kabupaten Manggarai Barat mencapai 11,6 persen atau sekitar 2.475 balita, per November 2024. Wakil Bupati Manggarai Barat, Yulianus Weng mengungkapkan sejak Maret 2024 angka stunting di daerah itu naik dua digit.
"Fakta ini menjadi alarm bagi semua pihak. Butuh kolaborasi yang permanen agar prevalensi stunting ini bisa kembali turun," ujar Weng belum lama ini.
Pada tahun 2024 prevalensi stunting di Manggarai Barat fluktuatif. Rinciannya, Januari sebanyak 1.863 anak stunting atau 9,9 persen, Februari 1.976 anak 8,8 persen, Maret 2.096 anak/10,3 persen, April 2.487 anak/12,4 persen, Mei 2.187 anak/11,01 persen.
Kemudian Juni 2.608 anak/11,8 persen, Juli 2.708 anak/12,4 persen, Agustus 2.589 anak/11,9 persen, September 2.750 anak/12,7 persen, Oktober 2.627 anak/12,22 persen, November 2.475 anak/11,6 persen.
"Data-data pada tahun 2024 menunjukkan adanya kemunduran. Fakta ini tentu menjadi alarm bagi kita semua bahwa ada persoalan mendasar yang perlu segera kita tangani bersama," ungkapnya.
Menurut Weng angka stunting yang kembali naik menunjukkan bahwa upaya pengentasan stunting bukan pekerjaan mudah.
Ia meminta semua OPD untuk mengevaluasi seluruh kerja-kerja yang telah dilakukan.
Tak hanya itu, Weng mendorong untuk segera dilakukan langkah-langkah antisipatif seperti identifikasi penyelesaian akar masalah, penguatan kolaborasi lintas sektor, efektivitas anggaran, program edukasi dan pemberdayaan masyarakat.
"Kita harus banyak mengevaluasi segala pekerjaan yang kita lakukan untuk melihat kekurangan sekaligus memaksimalkan upaya kita dalam menurunkan angka stunting. Kemunduran yang terjadi menunjukkan bahwa upaya yang selama ini kita lakukan masih memiliki kelemahan," kata Weng.
"Hanya dengan kerja bersama yang serius, stunting di Kabupaten Manggarai Barat dapat kita tekan hingga kembali pada angka 1 digit," tandasnya.
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News
| Siklon Tropis 97S Menjauhi Wilayah NTT, BMKG Imbau Potensi Hujan Lebat & Angin Kencang |
|
|---|
| Derita Warga Talibura di Sikka, Tiap Tahun Buang Kasur Pasca Terdampak Banjir |
|
|---|
| Rumah Hasto Kristiyanto Digeledah KPK, Jubir PDIP Angkat Bicara Singgung Nama Jokowi |
|
|---|
| Pesona Lembah Malalibu di Kaki Gunung Inerie dan Bukit Watunariwowo Bajawa |
|
|---|