Renungan Katolik
Renungan Harian Katolik Selasa 14 Januari 2025, Yang Kudus dari Allah
Mari simak renungan harian Katolik Selasa 14 Januari 2025.Tema renungan harian Katolik yaitu Yang Kudus dari Allah.
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Br-Pio-Hayon-SVD.jpg)
Pada suatu malam Sabat Yesus masuk ke dalam rumah ibadat di Kota Kapernaum dan mengajar di sana. Orang-orang takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat.
Dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan roh jahat. Orang itu berteriak, “Apa urusanmu dengan kami, hai Yesus orang Nazaret? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: yakni Yang Kudus dari Allah.”
Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya: “Diam, keluarlah dari padanya!” Roh jahat itu menggoncang-goncang orang itu, dan sambil menjerit dengan suara nyaring ia keluar dari padanya.
Mereka semua takjub, sehingga mereka memperbincangkannya, katanya, “Apa ini? Suatu ajaran baru? Guru ini berkata-kata dengan kuasa. Roh-roh jahat pun Ia perintah, dan mereka taat kepada-Nya. Lalu tersebarlah dengan cepat kabar tentang Yesus ke segala penjuru di seluruh daerah Galilea.
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.
Renungan Katolik
Saudari/a yang terkasih dalam Kristus
Salam damai sejahtera untuk kita semua. Yang kudus dari Allah selalu merujuk kepada segala sesuatu yang berasal dari Allah sendiri. Dan salah satu yang secara nyata datang dari Allah adalah Yesus Kristus. Dialah yang kudus dari Allah dan Dialah Putera Allah yang datang ke dunia untuk menyelamatkan manusia. Yang kudus dari Allah selalu mewakili kehadiran Allah.
Saudari/a yang terkasih dalam Kristus
Dalam bacaan hari ini, kita diajak untuk merenungkan dua bagian penting dari Kitab Suci: Ibrani 2:5-12 dan Markus 1:21b-28. Tema "Yang Kudus dari Allah" mengajak kita untuk memahami identitas Yesus sebagai Mesias dan bagaimana Dia berfungsi sebagai perantara antara Allah dan manusia. Dalam bacaan pertama (Ibrani 2:5-12) ini, penulis Ibrani menjelaskan bahwa dunia yang akan datang tidak ditaklukkan kepada malaikat, tetapi kepada Yesus. Dia yang telah direndahkan sedikit di bawah malaikat, kini dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat karena penderitaan-Nya.
Ini menunjukkan bahwa melalui penderitaan, Yesus menyempurnakan misi-Nya untuk membawa banyak orang kepada keselamatan. Dia tidak malu untuk menyebut kita sebagai saudara-saudara-Nya, yang menunjukkan kedekatan dan kasih-Nya kepada umat manusia. Sedangkan dalam Injil (Markus 1:21b-28), kita melihat Yesus mengajar di rumah ibadat Kapernaum dengan kuasa yang mengagumkan. Ketika seorang yang kerasukan roh jahat berteriak, Yesus dengan tegas menghardik roh tersebut dan mengusirnya.
Tindakan ini menunjukkan otoritas Yesus sebagai "Yang Kudus dari Allah," yang memiliki kuasa atas roh-roh jahat. Reaksi orang-orang yang menyaksikan peristiwa ini adalah ketakjuban, dan mereka mulai membicarakan tentang ajaran-Nya yang baru dan kuasa-Nya yang luar biasa. Permenungan kita adalah melalui kedua bacaan ini, kita diingatkan akan kekuatan dan kuasa Yesus sebagai Yang Kudus dari Allah. Dia bukan hanya seorang pengajar, tetapi juga penyelamat yang berkuasa atas segala sesuatu, termasuk kuasa kegelapan.
Penderitaan yang Dia alami bukanlah akhir, melainkan jalan menuju kemuliaan dan keselamatan bagi kita semua. Kita diajak untuk mengenali dan mengakui Yesus dalam hidup kita, serta untuk tidak ragu dalam menyerahkan segala pergumulan kepada-Nya.
Namun betapa sering kita belum sadar secara penuh akan kuat kuasa Allah dalam diri Yesus Kristus dan masih saja mengandalkan kuasa-kuasa kegelapan lainnya yang pada akhirnya membawa kepada kebinasaan, dosa dan maut. Maka marilah kita dengan rendah hati mengubah hati kita untuk selalu menghadirkan kuasa Tuhan dalam hidup kita dan bukan mengandalkan kuasa-kuasa lainnya.