Gelombang Tingi di NTT
Waspada Gelombang Tinggi 1.25- 4.0 Meter di Perairan Selatan NTT 16-17 Januari 2025
BMKG mempringatkan potensi gelombang tinggi hingga 4 meter di perairan selatan wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai 16-17 Januari 2025.
Penulis: Cristin Adal | Editor: Cristin Adal
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/GELOMBANG-TINGGI-Gelombang-DI-rOTEnDAO.jpg)
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mempringatkan potensi gelombang tinggi di perairan selatan wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai 16-17 Januari 2025.
Dilansir dari laman resmi BMKG, Tinggi Gelombang 1.25 - 2.5 meter (moderate sea) di wilayah Laut Sawu, perairan Kep. Sermata hingga Tanimbar, dan Laut Arafura.
Tinggi gelombang 2.5 - 4.0 meter (rough sea) di wilayah prairan selatan Bali hingga Pulau Sumba, perairan selatan Kupang hingga Pulau Rote, dan Samudra Hindia selatan NTT.
Berdasarkan analisis BMKG, hal ini karena Bibit Siklon 91S memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca dan perairan di wilayah Indonesia.
Baca juga: BMKG Peringatkan Potensi Hujan Sedang hingga Lebat di NTT 16-17 Januari 2025
Berdasarkan pantauan BMKG bibit Siklon Tropis 91S saat ini terpantau di sekitar Semenjung Dampier, Australia Barat
tepatnya pada 17.0°LS, 123.5°BT dengan kecepatan angin maksimum 15 knot atau 28 km/jam dan tekanan minimum sekitar 1005 hPa.
Posisi bibit 91S berada di luar wilayah tanggung jawab TCWC Jakarta. Dari pengamatan citra satelit menunjukkan pertumbuhan awan-awan konvektif signifikan mulai terlihat di sebelah barat daya – utara sistem.
Analisis angin perlapisan menunjukkan sirkulasi siklonik terpantau di lapisan bawah hingga menengah (850 -500 hPa)
dengan pola yang masih cukup melebar.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Flores Hari Ini Kamis 16 Januari 2025, Sebagian Wilayah Hujan Disertai Petir
Kondisi lingkungan sekitar yang dapat mendukung pertumbuhan sistem antara lain berada pada wilayah perairan yang hangat (30 – 32ºC) dan kelembaban udara yang cukup basah pada setiap lapisan (80 – 90 % ).
Sementara kondisi yang kurang mendukung proses siklogenesis yaitu konvergensi lapisan bawah dan divergensi lapisan atas dalam kategori lemah-sedang (10 - 20 s1), vortisitas sedang pada lapisan bawah hingga menengah (850 – 700 hPa), dan vertical wind shear (vws) dalam kategori kuat (25-30 knot).
Berdasarkan prediksi BMKG dalam 24, jam kedepan intensitas bibit 91S cenderung persisten dan bergerak ke arah barat menjauhi wilayah Indonesia. Sedangkan dalam 48 - 72 jam ke depan sistem mengalami sedikit peningkatan intensitas dan bergerak ke arah barat.
Secara umum potensi bibit siklon tropis 91S menjadi siklon tropis dalam 24 - 72 jam kedepan masih dalam kategori rendah.
Bibit Siklon 91S memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca dan perairan di wilayah Indonesia dalam 24 jam tanggal 16 Januari 2025 Jam 07.00 WIB – 17 Januari 2025 Jam 07.00 WIB.
Tinggi Gelombang 1.25 - 2.5 meter (moderate sea) di wilayah Laut Sawu, perairan Kep. Sermata hingga Tanimbar, dan Laut Arafura.
Tinggi Gelombang 2.5 - 4.0 m (rough sea) di wilayah prairan selatan Bali hingga Pulau Sumba, perairan selatan Kupang hingga Pulau Rote, dan Samudra Hindia selatan NTT.
Sumber: BMKG
Berita TribunFlores.Com Lainnya di Google News
Gelombang tinggi di NTT
Waspada Gelombang Tinggi
Perairan Selatan NTT
Gelombang Tinggi 4 Meter
TNP Laut Sawu
NTT
BMKG
bibit Siklon Tropis 91S
TribunFlores.com
| BMKG Peringatkan Potensi Hujan Sedang hingga Lebat di NTT 16-17 Januari 2025 |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Flores Hari Ini Kamis 16 Januari 2025, Sebagian Wilayah Hujan Disertai Petir |
|
|---|
| Kasus Dugaan Pembunuhan Yanuarius Bano di TTU, Polisi Menanti Hasil Penelitian Berkas dari Jaksa |
|
|---|
| BMKG Ungkap Penyebab Cuaca Buruk di NTT, Imbau Waspada Bencana Hidrometeorologi |
|
|---|