Sabtu, 11 April 2026

Kasus ASF di NTT

Belum Ada Kasus Virus ASF pada Ternak Babi di Ende, Dinas Pertanian Antisipasi dengan Biosecurity

Dinas Pertanian Kabupaten Ende mengkonfirmasi wilayah Kabupaten Ende untuk sementara belum ada kasus virus African Swine Fever (ASF) di Ende.

Tayang:
Penulis: Albert Aquinaldo | Editor: Cristin Adal
zoom-inlihat foto Belum Ada Kasus Virus ASF pada Ternak Babi di Ende, Dinas Pertanian Antisipasi dengan Biosecurity
TRIBUNFLORES.COM/HO.DINAS PERTANIAN ENDE 
PEMERIKSAAN - Petugas veteriner sedang melakukan pemeriksaan kandang babi di wilayah Kabupaten Ende. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Albert Aquinaldo

TRIBUNFLORES.COM, ENDE - Dinas Pertanian Kabupaten Ende mengkonfirmasi wilayah Kabupaten Ende untuk sementara belum ada kasus virus African Swine Fever (ASF) atau demam babi Afrika yang menyerang babi.

Hal ini karena penyakit flu babi Afrika ini kembali melanda wilayah Kabupaten Sikka, kabupaten tetangga. Dinas Pertanian setempat mencatat, sejak awal Januari 2025, sebanyak 10 ekor babi mati mendadak.

Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ende, Ibrahim Gadir Dean kepada TribunFlores.com, Senin, 20 Januari 2025 menyebut, untuk sementara wilayah Kabupaten Ende aman dari serangan virus ASF.

Dinas Pertanian Ende telah upaya deteksi dini dengan mengirim sampel darah babi ke Bali dan hasilnya negative.

Baca juga: Antisipasi ASF dan Penyakit Ngorok Pada Sapi, Pemkab Ende dan Sikka Bahas Lalu Lintas Ternak 

 

 

"Di Detusoko yang mati sekian banyak di tahun kemarin itu saya sudah perintahkan untuk lakukan identifikasi ASF, dan saya sudah bawa sampel darah babi ke Bali dan negatif semua, kita akan terkendali, untuk sementara Ende aman," ujar Gadir Dean.

Kata Gadir, Dinas Pertanian Ende tetap mengantisipasi serangan virus ASF dengan biosecurity pada kandang babi miliki peternak. Dia menyebut sudah memerintahkan dokter hewan untuk melakukan penyemprotan disinfektan di kandang-kandang babi.

"Sanitasi kandang babi yang kita utamakan, itu biosecurity yang saya lakukan tahun 2024 itu ternyata ampuh dan berhasil, tidak terjadi ASF di Ende, jadi langkah yang saya lakukan sekarang juga biosecurity itu, pengamanannya itu melalui disinfektan bantuan Kementan Dirjen Peternakan itu sehingga dalam waktu secepatnya dan sesingkat-singkatnya kita lakukan penyemprotan di kandang-kandang babi," tambah dia.

Dia juga mengimbau kepada masyarakat yang memiliki hewan ternak babi dan para peternak babi di Kabupaten Ende untuk tetap memperhatikan kebersihan kandang babi terutama pada musim hujan seperti saat ini.

Baca juga: Desa Wisata Jadi Prioritas Program Pengembangan Pariwisata Indonesia Berbasis Masyarakat

Selain biosecurity, Gadir Dean juga menyebut dirinya sudah mengarahkan petugas di wilayah-wilayah perbatasan atau pintu masuk ke wilayah Kabupaten Ende agar tidak boleh membiarkan hewan ternak babi untuk masuk ke wilayah tersebut terutama dari Kabupaten Sikka.

"Sekarang kita masih lakukan komunikasi persuasif karena jangan sampai kabupaten tetangga ngamuk, karena mereka sendiri belum menyatakan positif ASF, jadi kita hanya hati-hati saja," tutup dia.

Dia juga mengatakan, pihaknya berharap adanya anggaran untuk pembangunan laboratorium agar sampel darah babi yang diduga terkena virus ASF bisa diperiksa di Ende, tidak harus dikirim ke Denpasar atau Kabupaten Sikka yang memiliki laboratorium.

Berita TribunFlores.Com Lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved