Jumat, 24 April 2026

Renungan Katolik

Renungan Katolik Senin 20 Januari 2025, Jadi Anggur Baru

Simak renungan Katolik Senin 20 Januari 2025.Tema renungan Katolik yaitu jadi anggur baru .Renungan katolik disiapkan oleh Bruder Pio Hayon SVD.

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Renungan Katolik Senin 20 Januari 2025, Jadi Anggur Baru
TRIBUNFLORES.COM / HO-BRUDER
Br. Pio Hayon, SVD.Mari simak renungan Katolik Senin 20 Januari 2025. Tema renungan Katolik yaitu jadi anggur baru . Renungan katolik disiapkan oleh Bruder Pio Hayon SVD. 

Tetapi waktunya akan datang pengantin itu diambil dari mereka, dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa. Tidak seorang pun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang sudah tua, karena jika demikian, kain penambal itu akan mencabiknya; yang baru mencabik yang tua, sehingga makin besarlah koyaknya.

Demikian juga tak seorang pun mengisikan anggur baru ke dalam kantong kulit yang sudah tua, karena jika demikian anggur tersebut akan mengoyakkan kantong itu, sehingga baik anggur maupun kantongnya akan terbuang. Jadi anggur yang baru hendaknya disimpan dalam kantong yang baru pula."

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Katolik

Saudari/a yang terkasih dalam Kristus

Salam damai  sejahtera untuk kita semua. Anggur selalu menjadi simbol kemegahan dan kekuatan sekaligus menjadi tanda kebahagiaan. Anggur yang baru pasti akan enak untuk diminum. Hal ini juga melambangkan kebenaran yang baru perlu ditempatkan pada konteks yang benar juga. Karena jika tidak maka orang akan salah menilainya.

Saudari/a yang terkasih dalam Kristus

Dalam bacaan Injil hari ini (Markus 2:18-22), Yesus berbicara tentang anggur baru dan kantong baru, menggambarkan perubahan yang diperlukan dalam iman dan kehidupan kita.

Ketika para murid Yohanes bertanya mengapa murid-murid Yesus tidak berpuasa, Yesus menjelaskan bahwa selama Dia bersama mereka, tidak ada alasan untuk berpuasa. Namun, saat Dia pergi, barulah puasa itu menjadi relevan. Ini mengingatkan kita bahwa kehadiran Tuhan membawa sukacita dan pembaruan. 

Dalam bacaan dari Ibrani (Ibrani 5:1-10) mengajak kita untuk merenungkan peran Yesus sebagai Imam Agung yang sempurna. Ia tidak hanya memenuhi syarat sebagai pengantara antara manusia dan Tuhan, tetapi juga menjadi contoh teladan dalam ketaatan dan pengorbanan.

Melalui pengorbanan-Nya, kita diundang untuk mengalami pembaruan dalam hidup kita. Kedua bacaan ini memberikan kepada kita refleksi yang mendalam tentang beberap hal ini: Pertama: Pembaruan dalam Kehidupan Iman. Yesus menyampaikan bahwa anggur baru tidak bisa dimasukkan ke dalam kantong tua. 

Apa yang bisa kita pelajari dari ini? Dalam perjalanan iman kita, mungkin ada kebiasaan atau cara berpikir yang perlu kita tinggalkan agar dapat mengizinkan Tuhan melakukan sesuatu yang baru dalam hidup kita. Apakah kita bersedia untuk membuka hati dan pikiran kita terhadap pembaruan yang Tuhan tawarkan?

Kedua, Kehadiran Yesus dan Sukacita. Selama Yesus berada di antara murid-murid-Nya, mereka mengalami sukacita dan kehidupan yang baru. Ketika kita merasakan kehadiran Tuhan dalam hidup kita, bagaimana itu mempengaruhi cara kita menjalani hari-hari kita? 

Apakah kita membiarkan sukacita Tuhan memenuhi hati kita setiap hari? Ketiga, Panggilan untuk Mengikuti Yesus. Menjadi anggur baru juga berarti kita dipanggil untuk mengikuti jalan yang ditunjukkan oleh Yesus. Apa tantangan yang kita hadapi dalam mengikuti-Nya? Dalam ketaatan kita, apakah kita bersedia untuk melepaskan hal-hal lama yang tidak lagi membawa kita kepada kemajuan rohani?

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved