Injil Katolik
Injil Katolik Rabu 22 Januari 2025 Lengkap Mazmur Tanggapan
Mari simak Injil Katolik Rabu 22 Januari 2025.Injil katolik lengkap mazmur tanggapan dan renungan harian Katolik.
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Tampak-depan-Gereja-Santo-Fransiskus-Xaverius-Wailiti.jpg)
Dalam Bacaan Injil Markus 3:1-6 hari ini mengisahkan tentang "Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat menyelamatkan nyawa orang atau membunuhnya?"
Yesus masuk ke rumah ibadat. Di dalam rumah ibadat itu ada utusan dari Sanhedrin.
Mereka adalah pemimpian pemimpin agama yang menjaga orang orang yang dicurigai.
Jadi mereka ada di dalam rumah ibadat bukan untuk beribadah melainkan untuk mengawasi Tuhan Yesus.
Di dalam rumah ibadat itu ternyata ada seorang yang lumpuh sebelah tangannya.
Menurut William Barclay, kata Yunani yang dipakai menunjukkan bahwa tangan orang ini tidaklah lumpuh sejak lahir.
Tangannya lumpuh karena sebuah penyakit. Menurut tradisi, orang ini adalah tukang batu dan dia datang meminta tolong kepada Tuhan Yesus karena dia tidak dapat bekerja kalau sebelah tangannya lumpuh. Dia juga tidak mau mengemis. Dia ingin bekerja.
Tuhan Yesus tahu bahwa hari itu adalah hari sabat. Menyembuhkan pada hari sabat sama saja dengan mencari masalah dengan pemimpin pemimpin agama Yahudi yang mengawasinya pada waktu itu.
Orang Yahudi sangatlah keras memelihara hari sabat. Semua pekerjaan dilarang untuk dilakukan. Menyembuhkan manusia juga termasuk pekerjaan bagi mereka. Tabib hanya bisa menolong orang kalau orang itu benar benar sekarat, misalnya perempuan yang mau melahirkan, korban tabrakan maut.
Kalau mereka yang tabrakan maut, masih hidup maka boleh ditolong. Tetapi kalau sudah mati, maka mayatnya harus dibiarkan sampai hari sabat berlalu. Tangan yang patah tidak boleh dirawat, Jari yang teriris pisau boleh dibalut tetapi tidak boleh diberi obat.
Prinsipnya adalah pada hari sabat, luka luka hanya dijaga agar jangan semakin parah sakitnya, namun tidak perlu disembuhka pada hari sabat. Sikap pemimpin agama terhadap sabat sangatlah kaku dan keras.
Yesus mengetahui akan hal ini dan kondisi dari orang yang mati sebelah tangannya tidaklah membawa kematian. Kalau tunggu sampai besok juga tangan itu tidak akan bertambah parah. Jadi ketika orang yang lumpuh sebelah tangannya itu datang kepada Tuhan Yesus maka ini merupakan sebuah ujian bagi Tuhan Yesus. Apa yang dilakukan oleh Tuhan Yesus? Dia menanyakan 2 pertanyaan
Pertama, : “Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat.
Tuhan Yesus membawa mereka ke dalam sebuah dilemma. Memang mereka mengakui bahwa berbuat baik pada hari sabat diperbolehkan, dan Tuhan Yesus saat itu hendak berbuat baik dengan menolong orang yang lumpuh tangannya. Dan kalau mereka membiarkan seseorang tetap berada dalam keadaan cacat, padahal mereka mampu menolongnya maka hal itu pun adalah jahat.
Kedua, manakah yang diperbolehkan, menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang?”