Renungan Katolik Hari Ini
Renungan Harian Katolik Selasa 21 Januari 2025, Tuhan atas Hari Sabat
Mari simak renungan harian Katolik Selasa 21 Januari 2025.Tema renungan harian Katolik Tuhan atas hari Sabat.
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Br-Pio-Hayon-SVD.jpg)
Oleh: Bruder Pio Hayon SVD
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan harian Katolik Selasa 21 Januari 2025.
Tema renungan harian Katolik Tuhan atas hari Sabat.
Renungan harian katolik disusun oleh Bruder Pio Hayon SVD.
Renungan harian katolik disiapkan untuk pekan biasa II.
Renungan harian katolik ada dibagian akhir artikel ini.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Selasa 21 Januari 2025, Kuasa Yesus Kristus Atas Hari Sabat
Selasa 21 Januari 2025 merupakan Hari Selasa Biasa II, Hari ke-4 Pekan Doa Sedunia, Peringatan Wajib Santa Agnes, Perawan dan Martir, Santo Fruktuosus, dkk: Augurius dan Eulogius, martir, dengan Warna Liturgi Merah.
Adapun Bacaan Liturgi Katolik Hari Selasa 21 Januari 2025 adalah sebagai berikut:
Bacaan Pertama Ibrani 6:10-20
"Pengharapan adalah sauh yang kuat dan aman."
Saudara-saudara, Allah bukan tidak adil. Maka tidak mungkin Ia lupa akan pekerjaan dan kasih yang kamu tunjukkan terhadap nama-Nya lewat pelayananmu terhadap orang-orang kudus, yang masih kamu lakukan sampai sekarang.
Tetapi kami ingin, supaya kamu masing-masing menunjukkan kesungguhan yang lestari, sampai apa yang kamu harapkan akhirnya benar-benar kamu miliki. Kami ingin kalian jangan menjadi lamban, tetapi tetap bersemangat mengikuti jejak mereka yang oleh iman dan kesabaran mendapat bagian dalam apa yang dijanjikan Allah.
Ketika Allah memberikan janji-Nya kepada Abraham, Ia bersumpah demi diri-Nya sendiri, karena tidak ada orang yang lebih tinggi daripada-Nya. Dalam sumpah itu Ia berjanji, “Sesungguhnya Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan akan membuat engkau sangat banyak.”
Abraham menanti dengan sabar, dan dengan demikian ia memperoleh apa yang dijanjikan kepadanya. Kalau orang bersumpah, ia bersumpah demi orang yang lebih tinggi, dan baginya sumpah itu menjadi suatu pengukuhan yang mengakhiri segala kesangsian.