Berita Manggarai Barat

Tiga Titik Longsor di Manggarai Barat Tutup Akses Jalan Masyarakat

Tiga titik tanah longsor menutup akses jalan masyarakat di Kecamatan Sano Nggoang, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pemerintah se

Penulis: Berto Kalu | Editor: Ricko Wawo
TRIBUNFLORES.COM/BERTO KALU
LONGSOR SANO NGGOANG-Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi Kabupaten Manggarai Barat, mengerahkan alat berat untuk bersihkan longsor di Kecamatan Sano Nggoang, Selasa, 28 Januari 2025. 

Laporan Reporter TRIBUN-FLORES.COM, Berto Kalu

TRIBUN-FLORES.COM, LABUAN BAJO - Tiga titik tanah longsor menutup akses jalan masyarakat di Kecamatan Sano Nggoang, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pemerintah setempat menerjunkan alat untuk membersihkan material longsor.

Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi Kabupaten Manggarai Barat, Yoseph Suhandi, Selasa (28/01/2025) mengatakan tiga titik longsor itu terjadi di Kampung Lara, ruas jalan Bambor-Werang, Kampung Ndalo Desa Sano Nggoang, dan di Kampung Nggoang, ruas jalan Werang-Nunang-Naga.

"Material longsor yang sudah berhasil dibersihkan dari jalan raya yakni di Kampung Lara dan di Kampung Ndalo. Saat ini Dinas PU sedang membersihkan material di Kampung Nggoang," jelas Yoseph.

Menurutnya, rentetan tanah longsor tersebut dipicu oleh hujan deras yang terjadi beberapa hari terakhir. Ia memastikan akses masyarakat yang sempat lumpuh perlahan kembali normal.

Baca juga: Banyak Pelajaran yang Didapat Timnas U-20 usai Kalah dari Suriah

 

 

Sebelumnya Stasiun Meteorologi Komodo memprediksi wilayah Manggarai Barat dan sekitarnya masih berpotensi terjadi cuaca ekstrem, sebagaimana peringatan dini potensi cuaca ekstrem yang dikeluarkan Stasiun Meteorologi El Tari Kupang.

Kepala Stasiun Meteorologi Komodo, Maria Seran mengatakan, wilayah Manggarai Barat saat ini berada di periode musim hujan dan sedang menuju puncak musim hujan. Hal ini ditunjukkan dengan masih aktifnya monsun Asia yang membawa massa udara basah.

"Musim hujan pada periode ini disertai dengan fenomena la nina lemah, yang artinya ada potensi curah hujan tinggi dibanding normalnya. Dalam minggu ini, gelombang ekuatorial Rossby turut mempengaruhi curah hujan di Manggarai Barat, ditambah dengan adanya daerah tekanan rendah di selatan NTT," jelasnya.

Baca juga: Futsal Putri Ikuti Lolos Piala Asia 2025, Atta Halilintar Yakin Prestasi Futsal Makin Berkibar

Kondisi ini, lanjut dia, menyebabkan wilayah Manggarai Barat masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang, hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat dalam beberapa hari ke depan.

"Kami memperkirakan potensi cuaca ekstrem ini dapat berlangsung hingga awal Februari, namun akan kami perbarui setiap harinya," ungkapnya.

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang, sambaran petir, dan jalanan licin yang bisa membahayakan keselamatan.

"Terutama, potensi angin kencang yang dapat menyebabkan pohon tumbang, serta sambaran petir yang berbahaya bagi aktivitas di luar ruangan. Hujan lebat juga dapat menyebabkan jarak pandang terbatas, sehingga para pengendara diharapkan berhati-hati di jalan," imbuhnya.

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved