Jumat, 1 Mei 2026

Mama Belgi Meninggal Dunia

Uskup Maumere Sebut Teladan Hidup Alm. Mama Belgi Sangat Mengagumkan

"Ia mengabdikan apa yang ia miliki untuk diberikan secara ikhlas kepada orang lain," tuturnya.

Tayang:
Penulis: Nofri Fuka | Editor: Nofri Fuka
zoom-inlihat foto Uskup Maumere Sebut Teladan Hidup Alm. Mama Belgi Sangat Mengagumkan
TRIBUNFLORES.COM/NOFRI FUKA
MISA PEMAKAMAN - Umat mengikuti Misa pemakaman Mama Belgi di Gereja Katedral Maumere, Kabupaten Sikka, Pulau Flores, NTT, Rabu (29/1/2025) pukul 10.00 Wita. Misa dipimpin Uskup Maumere Mgr. Edwaldus Martinus Sedu, Pr. 

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Uskup Keuskupan Maumere, Mgr. Edwaldus Martinus Sedu Pr, menyebut teladan hidup Alm. Maria Jeanne Colson Emma Anton atau biasa disapa Mama Belgi sangat mengagumkan.

Memimpin misa pemakaman Mama Belgi di Gereja Katedral Keuskupan Maumere pada 29 Januari 2025, Uskup Maumere mengucapkan terimakasih kepada Mama Belgi atas teladan hidupnya yang mengagumkan itu.

Uskup Ewald demikian biasa disapa mengungkapkan bahwa Mama Belgi telah menyelesaikan pertandingan hidupnya di dunia ini dengan baik.

"Dan kematiannya disempurnakan dalam belas kasih dan pengampunan dari cinta Allah," ungkapnya.

 

Baca juga: Umat Lintas Agama Hadiri Misa Pemakaman Mama Belgi, Misa Dipimpin Uskup Maumere

 

 

Uskup Ewald bersaksi, kehidupan Mama Belgi diabadikan untuk kepentingan orang banyak.

"Ia mengabdikan apa yang ia miliki untuk diberikan secara ikhlas kepada orang lain," tuturnya.

Kasih sayang yang Mama Belgi berikan, menurut Uskup Ewald, mulai dari perhatian, cinta dan dukungan finansial. 

"Sosok hidup Almarhumah menjadikan dirinya dan kebajikannya bukan untuk popularitas semu semata melainkan menjadikannya sebagai sarana untuk melayani dan mengabdi sesama yang menderita dan berkekurangan," tandasnya.

Ada dua pesan yang disampaikan oleh Uskup Ewald untuk direnungkan.

Pertama, Hidup dan Mati kita (manusia) senuhnya berada dalam rencana kasih Allah.

"Detik-detik hidup kita pun sering diwarnai oleh perasaan takut dan cemas akan kematian yang kita rasakan seperti malaikat maut yang memisahkan kita dari ikatan yang kita rekat bertahun-tahun lamanya. Namun, mencontohi Paulus sosok rasul yang sungguh mengimani misteri kebangkitan Kristus yang mengalahkan segala rasa takut dan cemas karena di dalam kematian menjadi tanda rahmat untuk meraih kebangkitan yang abadi," terangnya.

Kedua, menjadi setia di dalam panggilan hidup sebagai seorang pengikut Kristus.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved