Renungan Katolik Hari Ini
Renungan Katolik Selasa 18 Februari 2025, Jadilah Ragi yang Baik
Mari simak renungan Katolik Selasa 18 Februari 2025. Tema renungan Katolik yaitu berjaga-jagalah dan awaslah.
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/PATER-JOHN-LEWAR-SVD-Sosok-Pater-John-Lewar-SVD.jpg)
Oleh: Pastor John Lewar, SVD
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan Katolik Selasa 18 Februari 2025.
Tema renungan Katolik yaitu berjaga-jagalah dan awaslah.
Renungan katolik disusun oleh Pastor John Lewar, SVD .
Renungan katolik disiapkan untuk pekan biasa VI.
Renungan katolik ada dibagian akhir artikel ini.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Selasa 18 Februari 2025, Berjaga-jagalah dan Awaslah
Selasa 18 Februari 2025 merupakan Hari Selasa Biasa VI, Santo Flavianus, Uskup dan Martir, dengan Warna Liturgi Hijau.
Adapun Bacaan Liturgi Katolik Hari Selasa 18 Februari 2025 adalah sebagai berikut:
Bacaan Pertama Kejadian 6:5-8.7:1-5.10
"Aku akan menghapuskan manusia yang Kuciptakan dari muka bumi."
Tuhan melihat bahwa kejahatan manusia di bumi semakin besar, dan kecenderungan hati mereka selalu membuahkan kejahatan semata-mata. Maka menyesallah Tuhan, bahwa Ia menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya.
Bersabdalah Tuhan, “Aku akan menghapuskan manusia yang Kuciptakan dari muka bumi, baik manusia maupun hewan, dan binatang-binatang melata maupun burung-burung di udara, sebab Aku menyesal, bahwa Aku telah menjadikan mereka.” Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di hadapan Tuhan.
Maka bersabdalah Tuhan kepada Nuh, “Masuklah ke dalam bahtera, engkau dan seisi rumahmu, sebab engkaulah yang Kulihat benar di hadapan-Ku di antara orang zaman ini. Dari segala binatang yang tidak haram, haruslah kauambil tujuh pasang, jantan dan betina.
Juga dari burung-burung di udara tujuh pasang, jantan dan betina, supaya terpeliharalah keturunannya di seluruh bumi. Sebab tujuh hari lagi Aku akan menurunkan hujan ke atas bumi empat puluh hari empat puluh malam lamanya.