Senin, 13 April 2026

Berita Ngada

Florianus Rero Minta Pemkab Segera Tangani Empat Titik Bencana di Jerebuu

Anggota DPRD Kabupaten Ngada Florianus Rero meninjau empat titik bencana alam di wilayah Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, pada Jumat 28 Februari 20

Tayang:
Penulis: Charles Abar | Editor: Ricko Wawo
zoom-inlihat foto Florianus Rero Minta Pemkab Segera Tangani  Empat Titik Bencana di Jerebuu
TRIBUNFLORES.COM/HO-CHARLES ABAR
PANTAU-Anggota DPRD Ngada Florianus Rero saat memantau bencana di Kecamatan Jerebuu, Jumat 28 Februari 2025. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Charles Abar 

TRIBUNFLORES.COM, BAJAWA-Anggota DPRD Kabupaten Ngada Florianus Rero meninjau empat titik bencana alam di wilayah Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, pada Jumat 28 Februari 2025.

Gerakan responsif anggota DPRD Fraksi Amanat- Demokrat Ngada itu memantau langsung kondisi lapangan untuk kemudian menjadi atensi kepala Pemerintah agar ditindaklanjuti.

Berdasarkan peninjauan lapangan, kata Florianus, ditemukan ada tiga titik ancaman bencana besar karena ada pergeseran tanah.

Kondisi ini menurut Florianus perlu ditangani serius oleh Pemerintah melalui dinas teknis baik BPBD maupun PUPR.

Ia mengatakan, jalur Tada Wae Bela tepat di jalan Watu Manu , Kecamatan Jerebuu terjadi  penurunan tanah pada badan jalan menyebabkan akses jalan terancam putus.

Baca juga: Batas Administrasi Hambat Program Pemberdayaan di Pemukiman Bencana Seroja Lembata

 

 

Akibat bencana ini, akses menuju Puskesmas Watu Manu , SMAN 1 Jerebuu, Pos Pol Jerebuu dan Sekolah Dasar (SD) terganggu.

Meskipun kondisi masih bisa dilalui kendaraan tetapi sangat hati-hati karena rawan kecelakaan dan longsor susulan.

"Ini merupakan fasilitas Masyarakat yang bisa mengakses fasilitas umum seperti Puskesmas, sekolah, ada Pos Polisi. Untuk itu saya meminta pemerintah untuk segera melakukan tindakan perbaikan agar aktivitas kembali normal," kata Florianus.

Selain itu, pemantauan juga dilakukan di Desa Dariwali, Kampung Lama Bowaru, Kecamatan Jerebuu.

Kondisi kampung ini sangat berbahaya karena ada lubang menganga di tengah kampung. 

Dalam kampung adat Bowaru ada simbol budaya seperti Ngadu, Bagha dan didiami oleh 13 unit rumah.

Baca juga: DPRD Ngada Kritik Keras Banyak OPD yang Absen Dalam Pemaparan Kunjungan Kerja

Pecahan tanah membuat lubang menganga mencapai 40 senti dan panjang pecahan 70 meter. Pecahan itu sudah masuk sampai rumah penduduk.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved