Berita Ngada
Florianus Rero Minta Pemkab Segera Tangani Empat Titik Bencana di Jerebuu
Anggota DPRD Kabupaten Ngada Florianus Rero meninjau empat titik bencana alam di wilayah Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, pada Jumat 28 Februari 20
Penulis: Charles Abar | Editor: Ricko Wawo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Florianus-Rero.jpg)
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Charles Abar
TRIBUNFLORES.COM, BAJAWA-Anggota DPRD Kabupaten Ngada Florianus Rero meninjau empat titik bencana alam di wilayah Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, pada Jumat 28 Februari 2025.
Gerakan responsif anggota DPRD Fraksi Amanat- Demokrat Ngada itu memantau langsung kondisi lapangan untuk kemudian menjadi atensi kepala Pemerintah agar ditindaklanjuti.
Berdasarkan peninjauan lapangan, kata Florianus, ditemukan ada tiga titik ancaman bencana besar karena ada pergeseran tanah.
Kondisi ini menurut Florianus perlu ditangani serius oleh Pemerintah melalui dinas teknis baik BPBD maupun PUPR.
Ia mengatakan, jalur Tada Wae Bela tepat di jalan Watu Manu , Kecamatan Jerebuu terjadi penurunan tanah pada badan jalan menyebabkan akses jalan terancam putus.
Baca juga: Batas Administrasi Hambat Program Pemberdayaan di Pemukiman Bencana Seroja Lembata
Akibat bencana ini, akses menuju Puskesmas Watu Manu , SMAN 1 Jerebuu, Pos Pol Jerebuu dan Sekolah Dasar (SD) terganggu.
Meskipun kondisi masih bisa dilalui kendaraan tetapi sangat hati-hati karena rawan kecelakaan dan longsor susulan.
"Ini merupakan fasilitas Masyarakat yang bisa mengakses fasilitas umum seperti Puskesmas, sekolah, ada Pos Polisi. Untuk itu saya meminta pemerintah untuk segera melakukan tindakan perbaikan agar aktivitas kembali normal," kata Florianus.
Selain itu, pemantauan juga dilakukan di Desa Dariwali, Kampung Lama Bowaru, Kecamatan Jerebuu.
Kondisi kampung ini sangat berbahaya karena ada lubang menganga di tengah kampung.
Dalam kampung adat Bowaru ada simbol budaya seperti Ngadu, Bagha dan didiami oleh 13 unit rumah.
Baca juga: DPRD Ngada Kritik Keras Banyak OPD yang Absen Dalam Pemaparan Kunjungan Kerja
Pecahan tanah membuat lubang menganga mencapai 40 senti dan panjang pecahan 70 meter. Pecahan itu sudah masuk sampai rumah penduduk.
| Batas Administrasi Hambat Program Pemberdayaan di Pemukiman Bencana Seroja Lembata |
|
|---|
| DPRD Ngada Kritik Keras Banyak OPD yang Absen Dalam Pemaparan Kunjungan Kerja |
|
|---|
| Harga Tiket KM Dharma Rucitra VII Tahun 2025, Kategori Dewasa - Anak - Bayi |
|
|---|
| SMKS Bina Maritim Maumere Lepas 60 Siswa Ikut Diklat di Politeknik Ilmu Pelayaran Makassar |
|
|---|
| Gandeng AWAS, Polres Sikka Perkuat Sinergitas dan Keterbukaan Informasi |
|
|---|