Masa Prapaskah 2025
Rabu Abu 2025 akan Berlangsung 5 Maret, Ini Pesan Paus Fransiskus
Jadwal Rabu Abu tahun 2025 akan berlangsung pada tanggal 5 Maret 2025 menurut penanggalan Kalender Liturgi 2025 yang disusun Komisi Liturgi KWI.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Warga-kota-Maumere-saat-mengikuti-perayaan-Ekaristi-rabu-abu.jpg)
TRIBUNFLORES.COM- Rabu Abu tahun 2025 akan berlangsung pada tanggal 5 Maret 2025 menurut penanggalan Kalender Liturgi 2025 yang disusun oleh Komisi Liturgi Konferensi Waligerja Indonesia (KWI).
Dalam ritus Gereja Katolik Roma masa Prapaskah dimulai dengan perayaan Rabu Abu. Keuskupan-keuskupan di Indonesia memiliki kebiasaan khusus, yakni mengangkat tema tertentu pada masa Prapaska sebagai bahan refleksi.
Kardinal Suharyo dalam Surat Gembala Prapaskah 2025 menyampaikan Hari Rabu Abu, adalah tanda umat Katolik memasuki masa Prapaskah. Masa disediakan secara khusus untuk memperbaharui diri dalam dinamikan semakin mengasihi, peduli dan bersaksi.
Paus Fransiskus juga menyampaikan pesan masa Prapaskah untuk umat Katolik. Ia mengajak memulai ziarah pada masa Prapaskah ini dalam iman dan pengharapan dengan ritus tobat berupa pemberian abu.
Baca juga: Pesan Paus Fransiskus dalam Masa Prapaskah 2025: Berjalan Bersama dalam Pengharapan
Pesan Paus Fransiskus
Pada masa Prapaskah ini, Paus Fransiskus mengajak umta berbagi dalam rahmat Tahun Yubelium, menyarankan beberapa refleksi tentang apa artinya berjalan bersama dalam harapan, dan tentang panggilan untuk pertobatan yang disampaikan Allah kepada semua, sebagai individu dan komunitas, dalam belas kasih-Nya.
Pada masa ini, pantang dan puasa dilakukan pada hari-hari tertentu Hari Pantang ditetapkan setiap hari Jumat selama masa Prapaskah yaitu pada 7, 14, 21, dan 28 Maret, serta 4 dan 11 April 2025.
Baca juga: Patung Bunda Maria dari Fatima akan Berada di Roma pada Oktober 2025, Rayakan Yubileum
Makna Hari Rabu Abu
Melansir berbagai sumber Rabu Abu merupakan awal dari masa Prapaskah yang ditandai dengan instrospeksi diri, pertobatan, perkabungan, dan kesediaan menerima pembaruan diri.
Makna instrospeksi diri, pertobatan, dan kesediaan pembaruan diri yang dimulai pada Rabu Abu bukan berarti di luar masa Prapaskah umat boleh hidup dalam sikap yang tidak mawas diri dan tanpa pertobatan.
Sikap mawas diri dan pertobatan merupakan panggilan hidup umat percaya sepanjang hidupnya. Namun secara khusus selama masa Prapaskah yang dimulai pada Rabu Abu sampai Kamis Putih memiliki tempat yang khusus.