Rabu, 3 Juni 2026

Kapolres Ngada Diperiksa Mabes Polri

Suasana Rumah Dinas Kapolres Ngada Sepi Pasca Ditangkap Propam Polri

Kapolres Ngada AKBP Fajar Widyadharma dikabarkan ditangkap Propam Mabes Polri pada 20 Februari 2025.

Tayang:
Penulis: Charles Abar | Editor: Ricko Wawo
zoom-inlihat foto Suasana Rumah Dinas Kapolres Ngada Sepi Pasca Ditangkap Propam Polri
TRIBUNFLORES.COM/CHARLES ABAR
SUASANA-Suasana Rumah Dinas Kapolres Ngada, Senin 03 Maret 2025 sore. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM,Charles Abar 

TRIBUNFLORES.COM, BAJAWA-Kapolres Ngada AKBP Fajar Widyadharma dikabarkan ditangkap Propam Mabes Polri pada 20 Februari 2025.

Penangkapan Kapolres Ngada AKBP Fajar dibenarkan oleh Kapolda NTT Irjen Daniel Tahi Monang Silitonga.

"Mabes Polri mengamankan (FWD)," ujar Kapolda NTT saat dikonfirmasi pada Senin (3/3/2025), dilansir dari Kompas.id.

Beredar informasi penangkapan Kapolres Ngada mengagetkan warga Kabupaten Ngada. Beberapa sumber dari internal Polres Ngada mengaku baru mengetahui informasi dari media.

Baca juga: Asprov PSSI NTT Pastikan Tiga Tim Juara Liga 4 Nasional ETMC 2025 Lolos Putaran Nasional

Salah satu sumber internal Polres Ngada mengaku Kapolres Fajar sudah tidak berada di Polres kurang lebih dua Minggu lalu.

Beberapa kegiatan Polres baik internal maupun kegiatan Forkompimda diwakilkan oleh Wakapolres Ngada Kompol Mei Charles Sitepu.

Penangkapan Kapolres Ngada diduga terkait dengan penyalahgunaan narkoba dan pelecehan anak di bawah umur.

Pasca beredarnya penangkapan Kapolres Ngada oleh Propam Polri suasana rumah dinas yang berada di Kelurahan Kisanata, Kota Bajawa nampak sepi.

Terpantau tidak ada aktivitas baik penjagaan maupun tanda -tanda ada orang lain yang mendiami dalam rumah.

Di garasi rumah Dinas Polres Ngada terpantau ada dua mobil dinas kapolres dan satu unit sepeda motor.

Sementara pagar Kompleks rumah Dinas Kapolres Fajar tertutup.

Baca juga: Persami Maumere Siap Berlaga di ETMC XXXIII, Ketua Askab PSSI Sikka Optimis Raih Prestasi Terbaik

Adapun beberapa pejabat di Polres Ngada enggan memberikan komentar terkait kasus ini. 

"Kita belum mendapatkan informasi mas," ujar Humas Polres Ngada, Sukandar.

Sementara Anggota DPRD Ngada Yohanes Donbosko Ponong menyayangkan kejadian ini.

Bosko Ponong menilai Kapolres sebagai simbol Institusi Polri di daerah seharusnya  menjadi role model dalam berkomitmen memberantas Narkoba sampai akar-akarnya.

Menurut Ketua Fraksi Amanat-Demokrat  Ngada ini, kejadian ini telah meresahkan masyarakat Ngada.

"Kita mendorong dan menghormati proses yang sedang berjalan di Mabes Polri karena ini telah meresahkan masyarakat Ngada,” ujar Bosko.

Ia juga mengharapkan agar Kapolda Nusa Tenggara Timur untuk segera menunjuk pejabat Kapolres Ngada.

"Biasanya kasus seperti ini Kapolri maupun Kapolda agar reputasinya terjaga, langkah yang diambil agar segera mengganti atau menunjuk pejabat Kapolres yang baru di Kabupaten Ngada," kata Bosko Ponong.

Ia juga mendorong agar Polres Ngada mengambil langkah preventif dan mendalami lebih lanjut atas kejadian ini terkait keterlibatan pihak lain.

"Kita tau polisi itu salah satu tugasnya memberantas narkoba ini, penggunaan, kalau sudah terjadi dari internal Polisi itu artinya harus ada tindakan pencegahan secara holistik dalam konteks pengembangan, bisa terungkap sindikat," tambah Bosko.

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved