Kamis, 21 Mei 2026

Berita Ngada

Harga Bahan Bangunan dan Sembako di Bajawa Naik, Stok Mulai Langka

Pemilik salah satu toko bangunan di Kota Bajawa, KO (42), mengatakan kenaikan harga mulai dirasakan sejak terjadinya

Tayang:
Penulis: Charles Abar | Editor: Nofri Fuka
zoom-inlihat foto Harga Bahan Bangunan dan Sembako di Bajawa Naik, Stok Mulai Langka
Tribunnews.com/TRIBUNFLORES.COM/CHARLES ABAR
HARGA BARANG – Harga bahan bangunan hingga sembako di Kota Bajawa mengalami kenaikan dan kelangkaan, Kamis, 21 Mei 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Harga bahan bangunan dan sembako di Bajawa naik disertai kelangkaan stok sejak Maret 2026.
  • Kenaikan dipicu biaya distribusi dan pasokan barang yang semakin terbatas.
  • Pelaku usaha berharap pemerintah segera menstabilkan harga dan distribusi barang.

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Charles Abar

TRIBUNFLORES.COM, BAJAWA – Sejumlah bahan bangunan dan kebutuhan pokok di Kota Bajawa, Kabupaten Ngada, mengalami kenaikan harga disertai kelangkaan stok sejak Maret hingga Kamis (21/5/2026). Kondisi tersebut mulai berdampak terhadap aktivitas usaha dan daya beli masyarakat.

Beberapa material bangunan yang mengalami kenaikan harga antara lain seng, besi, semen, dan spandek. Selain harga yang terus naik, ketersediaan barang di pasaran juga semakin terbatas.

Pemilik salah satu toko bangunan di Kota Bajawa, KO (42), mengatakan kenaikan harga mulai dirasakan sejak terjadinya konflik di Timur Tengah. Menurut dia, kenaikan berlangsung bertahap dalam tiga bulan terakhir.

“Kelangkaan memicu kenaikan harga. Ditambah lagi harga minyak naik, sementara barang dikirim menggunakan kapal dengan bahan bakar non-subsidi, sehingga biaya ekspedisi meningkat signifikan,” ujarnya.

 

Baca juga: Diresmikan Prabowo,Koperasi Merah Putih Rakateda II Ngada Siap Beroperasi

 

 

Ia menjelaskan, kondisi tersebut membuat para pelaku usaha kesulitan mendapatkan pasokan barang dari distributor maupun pabrik.

“Naik bukan berarti barang gampang didapat. Kami juga kesulitan karena stok sudah mulai langka,” katanya.

Menurut dia, situasi ini membuat iklim usaha di daerah semakin berat. Bahkan, beberapa pabrik disebut mengalami keterbatasan stok dan tidak menerima pesanan dalam jumlah tertentu.

“Tidak ada jaminan kami bisa dapat barang. Saat purchase order masuk pun, harga masih bisa berubah naik,” tambahnya.

Meski menghadapi berbagai kendala, para pelaku usaha tetap berharap pemerintah dapat menghadirkan kebijakan yang mampu menstabilkan harga serta memperlancar distribusi barang ke daerah.

“Kami berharap pemerintah bisa membuat kebijakan yang baik. Kami tetap optimis karena daya beli masyarakat masih ada, meski kondisi sekarang lebih sepi dibanding tahun lalu,” ujarnya.

Sembako Ikut Naik dan Langka

Selain bahan bangunan, sejumlah kebutuhan pokok juga mengalami kenaikan harga dan kelangkaan stok di pasaran.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved