Senin, 4 Mei 2026

Renungan Katolik Hari Ini

Renungan Harian Katolik Rabu Abu 5 Maret 2025, Amal, Doa dan Puasa

Mari simak renungan harian Katolik Rabu Abu 5 Maret 2025. Tema renungan harian Katolik yaitu amal, doa dan puasa.

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Renungan Harian Katolik Rabu Abu 5 Maret 2025, Amal, Doa dan Puasa
TRIBUNFLORES.COM / HO-BRUDER
RENUNGAN HARIAN KATOLIK - Br. Pio Hayon, SVD. Mari simak renungan harian Katolik Rabu Abu 5 Maret 2025. Tema renungan harian Katolik yaitu amal, doa dan puasa. 

Oleh Bruder Pio Hayon SVD

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan harian Katolik Rabu Abu 5 Maret 2025.

Tema renungan harian Katolik yaitu amal, doa dan puasa.

Renungan harian Katolik disusun oleh Bruder Pio Hayon SVD.

Renungan harian Katolik disiapkan untuk Rabu Abu.

Baca juga: Teks Misa Rabu Abu 5 Maret 2025, Hari Raya Pantang dan Puasa

 

Renungan harian Katolik ada dibagian akhir artikel ini.

Rabu Abu 5 Maret 2025 merupakan HARI RABU ABU Pantang dan Puasa, Santo Yohanes Yosef, Pengaku Iman, Santo Eusebius dari Kremoana, Pengaku Iman, Gerasimos, Pengaku Iman, dengan Warna Liturgi Ungu.

Adapun bacaan liturgi Katolik hari Rabu 5 Maret 2025 adalah sebagai berikut:

Bacaan Pertama Yoel 2:12-18

"Sekarang juga, berbaliklah kepada-Ku dengan segenap hatimu, dengan berpuasa, dengan menangis dan dengan mengaduh."

“Sekarang,” beginilah sabda Tuhan, “berbaliklah kepada-Ku dengan segenap hatimu, dengan berpuasa, dengan menangis dan mengaduh.” Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu, berbaliklah kepada Tuhan, Allahmu, sebab Ia pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia, dan Ia menyesal karena hukuman-Nya.

Siapa tahu, mungkin Ia mau berbalik dan menyesal, lalu meninggalkan berkat menjadi kurban sajian dan kurban curahan bagi Tuhan, Allahmu.

Tiuplah sangkakala di Sion, adakanlah puasa yang kudus, maklumkanlah perkumpulan raya; kumpulkanlah bangsa ini, kuduskanlah jemaah, himpunkanlah orang-orang yang lanjut usia, kumpulkanlah anak-anak, bahkan anak-anak yang menyusu; baiklah pengantin laki-laki keluar dari kamarnya, dan pengantin perempuan dari kamar tidurnya.

Baiklah para imam, pelayan-pelayan Tuhan, menangis di antara balai depan mezbah, dan berkata, “Sayangilah, ya Tuhan, umat-Mu, dan janganlah biarkan milik-Mu sendiri menjadi cela, sehingga bangsa-bangsa menyindir kepada mereka.

Mengapa orang berkata di antara bangsa-bangsa: “Di mana Allah mereka?” Maka Tuhan menjadi cemburu karena tanah-Nya dan menaruh belas kasihan kepada umat-Nya.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan Mzm 51:3-6a.12-14-17

Ref. Kasihanilah kami, ya Allah, karena kami orang berdosa.

Atau Mohon ampun kami orang berdosa.

Atau Kasihanilah, ya Tuhan, Kaulah pengampun yang rahim, dan belas kasih-Mu tak terhingga.

Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, menurut besarnya rahmat-Mu, hapuskanlah pelanggaranku. Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku dan tahirkanlah aku dari dosaku!

Sebab aku sadar akan pelanggaranku, dosaku selalu terbayang di hadapanku. Terhadap Engkau sendirilah aku berdosa, yang jahat dalam pandangan-Mu kulakukan.

Ciptakanlah hati yang murni dalam diriku, ya Allah, dan baharuilah semangat yang teguh dalam diriku. Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil Roh-Mu yang kudus dari padaku!

Berilah aku sukacita karena keselamatan-Mu, dan teguhkanlah roh yang rela dalam diriku. Ya Tuhan, bukalah bibirku, supaya mulutku mewartakan puji-pujian kepada-Mu!

Bacaan Kedua 2 Korintus 5:20-6:2

"Berilah dirimu didamaikan dengan Allah, sesungguhnya hari ini adalah hari penyelamatan."

Saudara-saudara, kami ini adalah utusan-utusan Kristus; seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami. Dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: Berilah dirimu didamaikan dengan Allah.

Kristus yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah. Sebab teman-teman sekerja, kami menasihati kamu supaya kamu jangan membuat sia-sia kasih karunia Allah yang telah kamu terima.

Sebab Allah berfirman, “Pada waktu Aku berkenan, Aku akan mendengarkan engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau.” Camkanlah, saat inilah saat perkenanan itu; hari inilah hari penyelamatan itu.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Bait Pengantar Injil PS 965

Ref. Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.


Pada hari ini kalau kamu mendengar suara Tuhan janganlah bertegar hati.

Bacaan Injil Matius 6:1-6.16-18

"Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan mengganjar engkau."

Dalam khotbah di bukit Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, “Hati-hatilah, jangan sampai melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat. Karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di surga.

Jadi, apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong supaya dipuji orang.

Aku berkata kepadamu: Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu. Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik.

Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri di rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu, ‘Mereka sudah mendapat upahnya’.

Tetapi jika engkau berdoa masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu, dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.

Dan apabila kamu berpuasa janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu, ‘Mereka sudah mendapat upahnya’.

Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu supaya jangan dilihat orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.”

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Katolik

Saudari/a yang terkasih dalam Kristus

Salam damai  sejahtera untuk kita semua. Ada tiga kebajikan utama dalam ajaran Kristiani adalah Beramal, Berdoa, dan Berpuasa. Tiga kebajikan ini menjadi jalan pada setiap orang beriman untuk menjalaninya secara khusus pada masa prapaskah ini. Dan tiga kebajikan inilah yang akan menjadi permenungan kita pada pembukaan masa prapaskah kita dengan perayaan Rabu Abu ini. 

Saudari/a terkasih dalam Kristus

Hari Rabu Abu menandai awal masa Prapaskah, waktu untuk merenungkan dan memperbarui hubungan kita dengan Tuhan. Bacaan dari Yoel, 2 Korintus, dan Injil Matius mengajak kita untuk memahami kedalaman praktik amal, doa, dan puasa dalam kehidupan iman kita. Dalam bacaan pertama (Yoel 2: 12-18), Nabi Yoel menyerukan umat untuk bertobat dan kembali kepada Tuhan dengan segenap hati. Dia menekankan pentingnya pengembalian kepada Tuhan, bukan hanya dengan kata-kata, tetapi dengan tindakan nyata.

Amal yang tulus, yang berasal dari hati yang penuh penyesalan, adalah bentuk nyata dari pertobatan. Tuhan menginginkan kita untuk mengubah hidup kita, untuk meninggalkan kebiasaan buruk, dan menjalani hidup yang lebih baik. Ketika kita berbalik kepada-Nya dengan sepenuh hati, Dia akan mengulurkan tangan-Nya dan mengampuni kita. Paulus dalam bacaan kedua (2 Korintus 5: 20 – 6:2), mengingatkan kita bahwa kita adalah utusan Kristus, dipanggil untuk menyebarkan pesan rekonsiliasi. Dia mengajak kita untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan Tuhan untuk menyambut kasih-Nya.

Dalam konteks Prapaskah, kita dipanggil untuk memperbarui komitmen kita kepada Tuhan melalui amal, doa, dan puasa. Ketiga praktik ini bukan hanya ritual, tetapi cara kita menjalin hubungan yang lebih dalam dengan Tuhan dan sesama. Dalam pengabdian kita, kita menemukan makna sejati dari hidup sebagai pengikut Kristus.

Dan dalam kisah Injil (Matius 6: 1-6, 16-18), Yesus mengajarkan bahwa amal, doa, dan puasa harus dilakukan dengan ketulusan hati, bukan untuk dilihat orang lain. Ia mengingatkan kita agar menjaga motivasi kita, melakukan segala sesuatu untuk memuliakan Tuhan. Ketika kita beramal, berdoa, atau berpuasa, kita tidak seharusnya mencari pujian atau pengakuan dari orang lain, tetapi fokuslah pada hubungan kita dengan Tuhan. Dengan demikian, tindakan kita akan berbuah, memberi dampak yang lebih dalam dalam hidup kita dan bagi orang lain.

Permenungan dan refleksi kita pada perayaan pembukaan puasa kita di hari penerimaan Abu ini adalah Apa yang dapat saya lakukan untuk memperdalam amal, doa, dan puasa saya selama masa Prapaskah ini?

Apakah saya menjalankan ketiga praktik ini dengan motivasi yang benar, yaitu untuk mendekatkan diri kepada Tuhan? Bagaimana saya dapat lebih peka terhadap kebutuhan sesama dalam tindakan amal saya?

Saudari/a terkasih dalam Kristus

Pesan untuk kita, pertama: marilah kita berdoa agar Tuhan memberi kita kekuatan untuk menjalani masa Prapaskah ini dengan penuh kesungguhan. Kedua, semoga kita mampu memperbaharui hidup kita melalui amal, doa, dan puasa, sehingga mampu menjadi saksi kasih Kristus di dunia ini. Ketiga, dengan ketulusan hati, kita dapat mengalami transformasi yang sejati dan mendekat kepada Tuhan yang selalu mengasihi kita.

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved