Sabtu, 2 Mei 2026

Renungan Katolik Hari Ini

Renungan Harian Katolik Senin 17 Maret 2025, Jangan Menghakimi

Mari simak renungan harian Katolik Senin 17 Maret 2025. Tema renungan harian Katolik yaitu jangan menghakimi.

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Renungan Harian Katolik Senin 17 Maret 2025, Jangan Menghakimi
TRIBUNFLORES.COM/GG
UMAT IKUT MISA - Mari simak renungan harian Katolik Senin 17 Maret 2025. Tema renungan harian Katolik yaitu jangan menghakimi. 

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan harian Katolik Senin 17 Maret 2025.

Tema renungan harian Katolik yaitu jangan menghakimi.

Renungan harian Katolik disiapkan untuk hari biasa pekan II Prapaskah.

Renungan harian Katolik ada dibagian akhir artikel ini.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Senin 17 Maret 2025, Murah Hati dan Jangan Menghakimi Orang Lain

 

Senin 17 Maret 2025 merupakan hari Senin biasa pekan II Prapaskah, peringatan fakultatif Santo Patrisius, Uskup dan pengaku iman, Yusuf dari Arimatea, Murid Yesus, Santa Gertrudis dari Nivelles, pengaku iman, dengan warna liturgi ungu.

Adapun bacaan liturgi Katolik hari Senin 17 Maret 2025 adalah sebagai berikut:

Bacaan Pertama Daniel 9:4b-10

"Kami telah berbuat dosa dan salah."

Ah, Tuhan, Allah yang Mahabesar dan dahsyat, yang memegang perjanjian dan kasih setia terhadap mereka yang mengasihi Engkau serta berpegang pada perintah-Mu, kami telah berbuat dosa dan salah; kami telah berlaku fasik dan telah memberontak; kami telah menyimpang dari perintah dan peraturan-Mu.

Kami pun tidak taat kepada hamba-hamba-Mu, para nabi, yang telah berbicara atas nama-Mu kepada raja-raja kami, kepada pemimpin-pemimpin kami, kepada bapa-bapa kami dan kepada segenap rakyat negeri.

Ya Tuhan, Engkaulah yang benar! Patutlah kami malu seperti pada hari ini, kami orang-orang Yehuda, penduduk kota Yerusalem, dan segenap orang Israel, mereka yang dekat dan mereka yang jauh, di segala negeri ke mana Engkau telah membuang mereka oleh karena mereka berlaku murtad kepada Engkau.

Ya Tuhan, kami, raja-raja kami, pemimpin-pemimpin kami, dan bapa-bapa kami patutlah malu, sebab kami telah berbuat dosa terhadap Engkau. Pada Tuhan, Allah kami, ada belas kasih dan pengampunan, walaupun telah memberontak terhadap Dia,

dan tidak mendengarkan suara Tuhan, Allah kami, yang menyuruh kami hidup menurut hukum yang telah diberikan-Nya kepada kami dengan perantaraan para nabi, hamba-hamba-Nya.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved