Gelombang Tinggi
BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi 1,25 - 2,5 Meter di Perairan NTT 20-21 Maret 2025
BMKG mengungkapkan Bibit Siklon Tropis 91S masih terpantau di Samudra Hindia sebelah barat daya memicu gelombang tinggi di periaran NTT.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/GELOMBANG-TINGGI-Gelombang-DI-rOTEnDAO.jpg)
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan Bibit Siklon Tropis 91S masih terpantau di Samudra Hindia sebelah barat daya dengan kecepatan angin maksimum 40 knot atau 75 km per jam.
Bibit Siklon Tropis 91S memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi perairan di wilayah Indonesia dan perairan NTT khususnya pada 20 Maret 2025- 21 Maret 2025
Pertumbuhan Bibit Siklon 91S didukung dengan aktifnya gelombang Equatorial Rossby dan MJO di sekitar sistem, suhu permukaan laut yang cukup hangat, vortisitas ang kuat di lapisan bawah hingga menegah, konvergensi lapisan bawah dan divergensi lapisan tas dalam kategori kuat, kelembaban yang basah di setiap lapisan dan suplai angin.
Berdasarkan prediksi BMKG dalam 24 jam ke depan, Bibit Siklon Tropis 91S diprediksi ulai menurun ditandai dengan penurunan perlahan kecepatan angin maksimum menjadi 35 knot.
Baca juga: Peringatan Dini BMKG: Waspada Potensi Hujan Intensitas Ekstrem di Wilayah NTT 21-24 Maret 2025
Potensi Bibit Siklon Tropis 91S berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan adalah sedang dengan pergerakan ke arah timur-tenggara.
Sementara dalam 48-72 jam sistem diprakirakan masih akan menurun intensitasnya ditandai dengan kecepatan angin maksimum yang terus menurun menjadi 30 knot, sehingga status potensi adalah sedang dengan pergerakan ke arah tenggara- selatan.
Bibit Siklon Tropis 91S memberikan dampak tidak langsung pada kondisi sejumlah peraiaran dan kecepatan angin di wilyah Indonesia pada 20 Maret 2025- 21 Maret 2025 berupa angin kencang di pesisir barat Lampung, pesisir barat Banten, pesisir selatan Banten hingga Jawa Barat.
Baca juga: BMKG Prediksi Puncak Musim Kemarau di Indonesia Terjadi pada Juni hingga Agustus 2025
Tinggi Gelombang 1,25 – 2,5 meter di perairan barat Bengkulu hingga Lampung, Samudra Hindia barat Bengkulu hingga Lampung, Selat Sunda bagian selatan, dan perairan selatan Banten hingga NTT, Samudera Hindia selatan Banten hingga NTT.
Bibit Siklon 91S juga memicu peningkatan kecepatan angin di Laut Natuna Utara, Selat Karimata, Laut Jawa, Samudra Hindia barat Bengkulu hingga Lampung, Samudra Hindia selatan Banten hingga NTT, Teluk Bone dan Laut Banda.
Berita TribunFlores.Com Lainnya di Google News
BMKG
Peringatan gelombang tinggi
Perairan Selatan NTT
bibit Siklon Tropis 91S
NTT
Laut Flores
TribunFlores.com
| Peringatan Dini BMKG: Waspada Potensi Hujan Intensitas Ekstrem di Wilayah NTT 21-24 Maret 2025 |
|
|---|
| Rekomendasi 16 Wisata Alam di Flores Timur NTT Dikunjungi Usai Semana Santa dan Festival Bale Nagi |
|
|---|
| BMKG Prediksi Puncak Musim Kemarau di Indonesia Terjadi pada Juni hingga Agustus 2025 |
|
|---|
| Siklon Tropis 91S dan MJO Terpantau di Indonesia Bagian Barat, BMKG: Potensi Cuaca Ekstrem |
|
|---|