Renungan Katolik
Renungan Harian Katolik Selasa 1 April 2025, Maukah Engkau Sembuh?
Mari simak renungan harian Katolik Selasa 1 April 2025.Tema renungan harian Katolik maukah engkau sembuh?.
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Br-Pio-Hayon-SVD.jpg)
Oleh: Bruder Pio Hayon SVD
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan harian Katolik Selasa 1 April 2025.
Tema renungan harian Katolik maukah engkau sembuh?.
Renungan harian katolik disiapkan oleh Bruder Pio Hayon SVD.
Renungan harian Katolik ada disiapkan untuk hari Selasa biasa IX, pekan IV Prapaskah, Santo Hugo, Uskup dan Pujangga, dengan warna liturgi ungu.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Selasa 1 April 2025, Masa Tobat dengan Semangat Suci
Renungan harian Katolik ada dibagian akhir artikel ini.
Adapun bacaan liturgi Katolik Hari Selasa 1 April 2025 adalah sebagai berikut:
Bacaan Pertama Yehezkiel 47:1-9.12
"Aku melihat air mengalir dari dalam Bait Suci; ke mana saja air itu mengalir, semua yang ada di sana hidup."
Kata nabi: Seorang malaikat membawa aku ke pintu Bait Suci, dan sungguh, ada air keluar dari bawah ambang pintu Bait Suci, dan mengalir menuju ke timur: sebab Bait Suci juga menghadap ke timur.
Air itu mengalir dari bawah bagian samping kanan dari Bait Suci, sebelah selatan mezbah. Lalu malaikat itu menuntun aku keluar melalui pintu gerbang utara, dan dibawanya aku berkeliling dari luar menuju gerbang yang menghadap ke timur.
Sungguh, air itu membual dari sebelah selatan. Lalu malaikat itu pergi ke arah timur dan memegang tali pengukur di tangannya. Ia mengukur seribu hasta, dan menyuruh aku masuk ke dalam air itu; dalamnya sampai di pergelangan kaki.
Ia mengukur seribu hasta lagi, dan menyuruh aku masuk sekali lagi ke dalam air itu; sekarang sudah sampai di lutut. Kemudian ia mengukur seribu hasta lagi, dan menyuruh aku ketiga kalinya masuk ke dalam air itu; sekarang sudah sampai di pinggang.
Sekali lagi ia mengukur seribu hasta, dan sekarang air itu sudah menjadi sungai di mana aku tidak dapat berjalan lagi, sebab air itu sudah meninggi sehingga orang dapat berenang; suatu sungai yang tidak dapat diseberangi lagi.