Sabtu, 11 April 2026

Renungan Katolik Hari Ini

Renungan Katolik Jumat 4 April 2025, Berteguh dalam Perbuatan Kasih 

Mari simak renungan Katolik Jumat 4 April 2025. Tema renungan Katolik berteguh dalam perbuatan kasih.Renungan katolik disusun oleh Pastor John Lewar.

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Renungan Katolik Jumat 4 April 2025, Berteguh dalam Perbuatan Kasih 
TRIBUNFLORES.COM / GG
RENUNGAN HARIAN KATOLIK PATER JOHN LEWAR -Mari simak renungan Katolik Jumat 4 April 2025. Tema renungan Katolik berteguh dalam perbuatan kasih . Renungan katolik disusun oleh Pastor John Lewar SVD. 

Oleh: Pastor John Lewar SVD

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan Katolik Jumat 4 April 2025.

Tema renungan Katolik berteguh dalam perbuatan kasih .

Renungan katolik disusun oleh Pastor John Lewar SVD.

Renungan katolik disiapkan untuk hari Jumat biasa IX, pekan IV Prapaskah, Peringatan fakultatif Santo Isodorus dari Sevilla.

Baca juga: Herman Kabosu Kenang Mgr Petrus Turang: Saya Pernah Diberikan Piring Makan

 

Santo Isodorus merupakan Uskup dan Pujangga Gereja, Santo Benediktus Moor, Biarawan, Santo Platon, Pengaku Iman.

Renungan harian katolik ada dibagian akhir artikel ini dengan warna liturgi ungu.

Adapun bacaan liturgi Katolik hari Jumat 4 April 2025 adalah sebagai berikut:

Bacaan Pertama Kebijaksanaan 2:1a.12-22

"Hendaklah kita menjatuhkan hukuman mati yang keji terhadapnya."

Orang-orang fasik berkata satu sama lain, karena angan-angannya tidaktepat "Marilah kita menghadang orang yang baik, sebab bagi kita ia menjadi gangguan serta menentang pekerjaan kita.

Pelanggaran-pelanggaran hukum dituduhkannya kepada kita, dan kepada kita dipersalahkannya dosa-dosa terhadap pendidikan kita. Ia membanggakan mempunyai pengetahuan tentang Allah, dan menyebut dirinya anak Tuhan.

Bagi kita ia merupakan celaan atas anggapan kita, hanya melihat dia saja sudah berat rasanya bagi kita. Sebab hidupnya sungguh berlainan dari kehidupan orang lain, dan lain dari lainlah langkah lakunya.

Kita dianggap olehnya sebagai orang yang tidak sejati, dan langkah laku kita dijauhinya seolah-olah najis adanya. Akhir hidup orang benar dipujinya bahagia, dan ia bermegah-megah bahwa bapanya ialah Allah.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved