Bacaan Liturgi Katolik
Bacaan-bacaan Liturgi Senin 7 April 2025, Hari Biasa Pekan V Prapaskah
Mari simak bacaan-bacaan liturgi Senin 7 April 2025.Bacaan-bacaan liturgi disiapkan untuk hari biasa pekan V Prapaskah dan Pesta Fakultatif St Yohanes
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/KAPELA-TUAN-MA-Mari-simak-Teks-Ibadah-Jumat-Agung-7-April-2023.jpg)
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak bacaan-bacaan liturgi Senin 7 April 2025.
Bacaan-bacaan liturgi disiapkan untuk hari biasa pekan V Prapaskah dan Pesta Fakultatif St Yohanes Baptista de la Salle.
Warna Liturgi Ungu.
Bacaan hari Senin: Dan. 13:1-9,15-17,19-30,33-62 Mzm. 23:1-3a,3b-4,5,6; Yoh. 8:1-11 dan BcO Ibr. 11:1-19.
Baca juga: Bacaan Injil Katolik Senin 7 April 2025 Lengkap Renungan Harian Katolik
Bacaan pertama:
Dan 13:1 Adalah seorang orang diam di Babel, Yoyakim namanya.
Dan 13:2 Ia mengambil seorang isteri yang bernama Susana anak Hilkia. Isterinya itu amat sangat cantik dan takut akan Tuhan.
Dan 13:3 Karena orang tuanya benar maka anak mereka dididik menurut Taurat Musa.
Dan 13:4 Adapun Yoyakim adalah amat kaya dan dimilikinya sebuah taman yang berdekatan dengan rumahnya. Oleh karena ia paling terhormat di antara sekalian orang maka orang-orang Yahudi biasa berkumpul padanya.
Dan 13:5 Nah, dalam tahun itu ada dua orang tua-tua dari antara rakyat ditunjuk menjadi hakim. Tentang mereka itulah Tuhan telah berfirman: "Kefasikan telah datang dari Babel, dari kaum tua-tua, dari para hakim yang berlagak pengemudi rakyat."
Dan 13:6 Orang-orang tua-tua itu sering mengunjungi rumah Yoyakim, tempat setiap orang yang mempunyai suatu perkara datang kepada mereka.
Dan 13:7 Apabila menjelang tengah hari rakyat sudah pergi masuklah Susana untuk berjalan-jalan di taman suaminya.
Dan 13:8 Kedua orang tua-tua itu setiap hari mengintip Susana, apabila ia masuk dan berjalan-jalan di situ. Maka timbullah nafsu berahi kepada Susana dalam hati kedua orang tua-tua itu.
Dan 13:9 Mereka lupa daratan dan membuang muka, sehingga tidak memandang Sorga dan tidak ingat kepada keputusan yang adil.