Sabtu, 11 April 2026

Renungan Katolik Hari Ini

Renungan Katolik Rabu 9 April 2025, Kemerdekaan Hidup

Mari simak renungan Katolik Rabu 9 April 2025. Tema renungan Katolik kemerdekaan hidup.Renungan Katolik disusun oleh Pastor Markus Tulu SVD.

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Renungan Katolik Rabu 9 April 2025, Kemerdekaan Hidup
POS-KUPANG.COM
PASTOR MARKUS TULU SVD -Mari simak renungan Katolik Rabu 9 April 2025. Tema renungan Katolik kemerdekaan hidup. Renungan Katolik disusun oleh Pastor Markus Tulu SVD. 

Oleh: Pastor Markus Tulu SVD

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan Katolik Rabu 9 April 2025.

Tema renungan Katolik kemerdekaan hidup.

Renungan Katolik disusun oleh Pastor Markus Tulu SVD.

Renungan Katolik disiapkan untuk pekan V Prapaskah.

Renungan Katolik ada dibagian akhir artikel ini.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Rabu 9 April 2025, Pesan Pembebasan

 

Rabu 9 April 2025 merupakan hari Rabu  Pekan V Prapaskah, Santa Kasilda, Pengaku Iman, Santo Thomas OFM dkk: Dementrius, Petrus dan Yakobus, Martir, dengan warna liturgi ungu.

Adapun bacaan liturgi Katolik hari Rabu 9 April 2025 adalah sebagai berikut:

Bacaan Pertama Daniel 3:14-20.24-25.28

"Ia telah mengutus malaikat-Nya dan melepaskan hamba-hamba-Nya."

Sekali peristiwa berkatalah Nebukadnezar, raja Babel, kepada Sadrakh, Mesakh dan Abednego, “Apakah benar, bahwa kamu tidak memuja dewaku dan tidak menyembah patung emas yang kudirikan itu?

Sekarang, jika kamu bersedia, demi mendengar bunyi sangkakala, seruling, kecapi, rebab, gambus, serdam dan berbagai jenis bunyi-bunyian, sujudlah kamu menyembah patung yang kubuat ini! Tetapi jika kamu tidak menyembah, seketika itu juga kamu akan dicampakkan ke dalam perapian yang menyala-nyala.

Dan dewa manakah yang dapat melepaskan kamu dari dalam tanganku?” Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjawab, “Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada Tuanku dalam hal ini.

Jika Allah yang kami puja sanggup melepaskan kami, Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya Raja. Tetapi seandainya tidak, hendaklah Tuanku mengetahui, bahwa kami tidak akan memuja dewa Tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang Tuanku dirikan itu."

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved